Kecilnya Miskin Gedenya Kaya, Eeh.. Kena Diabetes

Ulasan Khas Pahitnya si Kencing Manis

Kecilnya Miskin Gedenya Kaya, Eeh.. Kena Diabetes

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Rabu, 29 Agu 2012 07:50 WIB
Kecilnya Miskin Gedenya Kaya, Eeh.. Kena Diabetes
ilustrasi (foto: Thinkstock)
Jakarta -

Karena disebabkan oleh makan enak dan jarang bergerak, kencing manis atau diabetes melitus khususnya tipe 2 sering dianggap sebagai penyakitnya orang kaya baru. Dari yang semula hidup susah, mendadak serba enak lalu metabolismenya kaget.

Perubahan gaya hidup para OKB alias Orang Kaya Baru seringkali tidak terhindarkan. Misalnya waktu miskin hanya makan ubi, ke mana-mana jalan kaki ketika jadi orang kaya tiba-tiba makan nasi pulen dan kalau bepergian selalu ada fasilitas antar jemput naik mobil.

Wajar kalau metabolisme tubuhnya kaget, sebab karbohidrat dalam ubi biasanya lebih sulit diurai menjadi gula sederhana kalau dibandingkan nasi pulen. Ketika sudah tidak makan ubi lagi, gula darahnya meningkat lebih cepat karena porsi makannya mungkin sama tetapi dimetabolisme lebih cepat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditambah lagi, setelah jadi orang kaya jadi malas jalan kaki karena sudah punya mobil lengkap dengan sopir pribadinya. Lalu naik gedung juga lebih memilih pakai lift atau eskalator daripada naik tangga, sehingga pembakaran kalori berkurang dan kadar gula darahnya tidak turun-turun.

"Memang bisa seperti itu, terlalu banyak makan yang manis-manis dan jarang bergerak bisa memicu diabetes mellitus," terang Dr Tri Juli Edi Tarigan, SpPD dari RS Cipto Mangunkusumo saat dihubungi detikHealth, seperti ditulis Rabu (29/8/2012).

Namun ditegaskan oleh Dr Tri, diabetes mellitus tidak melulu penyakitnya orang kaya. Selain faktor makanan dan kurang olahraga, masih ada beberapa faktor lain yang juga bisa membuat orang berisiko kena penyakit ini misalnya genetik dan lingkungan.

Meski tidak menyangkal bahwa orang kaya yang sering makan manis-manis dan jarang olahraga rentan kena diabetes, Dr Tri mengingatkan bahwa orang miskin sekalipun juga bisa kena penyakit yang sama. Ia sendiri mengaku beberapa kali menemukan pengidap diabetes di desa-desa.

"Nggak selalu orang kaya yang bisa kena diabetes melitus. Diabetes itu bukan cuma soal makanan, ada banyak faktor misalnya genetik dan gaya hidup," lanjut Dr Tri.

Mengingat penyakit ini susah sembuh dan komplikasinya sangat mematikan, maka dalam hal ini berlaku prinsip mencegah lebih baik daripada mengobati dan jangan mentang-mentang miskin lalu mengabaikan ancaman diabetes. Apapun status ekonominya, kalau punya risiko ada baiknya sering-sering periksa.

(up/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads