Sakitnya Diabetes, Meninggalnya Karena Komplikasi

Ulasan Khas Pahitnya si Kencing Manis

Sakitnya Diabetes, Meninggalnya Karena Komplikasi

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Rabu, 29 Agu 2012 14:26 WIB
Sakitnya Diabetes, Meninggalnya Karena Komplikasi
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Diabetes atau kencing manis memang tidak semanis namanya, bahkan sangat pahit kalau sudah bicara soal komplikasinya. Baik komplikasi jangka pendek maupun jangka panjang, semua bisa berakibat fatal dan banyak yang meninggal karenanya.

Berdasarkan proses dan jangka waktu terjadinya, komplikasi diabetes mellitus dibedakan menjadi 2 jenis yakni jangka panjang dan jangka pendek. Komplikasi jangka panjang bersifat kronis, sedangkan komplikasi jangka pendek sifatnya akut dan sama-sama bisa mematikan.

Bagian tubuh yang paling sering diserang oleh komplikasi diabetes dalam jangka panjang adalah pembuluh darah. Itu pun masih dibagi lagi menjadi 2 macam berdasarkan jenis pembuluh darahnya, yakni pembuluh darah besar dan pembuluh darah kecil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komplikasi jangka panjang pada pembuluh darah besar bisa memicu berbagai penyakit mematikan seperti sakit jantung, stroke dan penyakit pembuluh darah tepi. Penyakit-penyakit tersebut sudah cukup dikenal sebagai pembunuh nomor satu di dunia selain kanker.

Sementara komplikasi pada pembuluh darah kecil bisa menyerang bagian-bagian tubuh yang antara lain sebagai berikut:



  • Retina mata, akibatnya bisa memicu kebutaan
  • Organ vital laki-laki, akibatnya bisa memicu disfungsi ereksi
  • Organ ekstremitas seperti tangan dan kaki, akibatnya bisa infeksi dan amputasi karena luka yang tidak sembuh-sembuh
  • Ginjal, akibatnya bisa memicu nefropati atau gangguan fungsi ginjal.

"Komplikasi jangka panjang itu munculnya lama, bisa bertahun-tahun dan tidak ujug-ujug (tiba-tiba)," terang Dr Tri Juli Edi Tarigan, SpPD, pakar diabetes dari RS Cipto Mangunkusumo saat dihubungi detikHealth, seperti ditulis Rabu (29/8/2012).

Sementara komplikasi jangka pendek seperti dicontohkan Dr Tri adalah ketoasidosis atau berubahnya darah menjadi asam karena kadar gulanya meningkat. Gejalanya adalah hilang kesadaran, kehilangan cairan karena jadi sering buang air kecil dan kadang disertai sesak napas.

Komplikasi diabetes berupa ketoasidosis terjadi saat tubuh kekurangan insulin, lalu membakar asam lemak dan menghasilkan keton yang bersifat asam. Kondisi ini membutuhkan pertolongan medis secepatnya dan bisa berakibat fatal kalau dibiarkan tanpa penanganan.

"Ketoasidosis itu juga mematikan kalau tidak segera tertangani," tandas Dr Tri.

(up/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads