Berdasarkan proses dan jangka waktu terjadinya, komplikasi diabetes mellitus dibedakan menjadi 2 jenis yakni jangka panjang dan jangka pendek. Komplikasi jangka panjang bersifat kronis, sedangkan komplikasi jangka pendek sifatnya akut dan sama-sama bisa mematikan.
Bagian tubuh yang paling sering diserang oleh komplikasi diabetes dalam jangka panjang adalah pembuluh darah. Itu pun masih dibagi lagi menjadi 2 macam berdasarkan jenis pembuluh darahnya, yakni pembuluh darah besar dan pembuluh darah kecil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara komplikasi pada pembuluh darah kecil bisa menyerang bagian-bagian tubuh yang antara lain sebagai berikut:
- Retina mata, akibatnya bisa memicu kebutaan
- Organ vital laki-laki, akibatnya bisa memicu disfungsi ereksi
- Organ ekstremitas seperti tangan dan kaki, akibatnya bisa infeksi dan amputasi karena luka yang tidak sembuh-sembuh
- Ginjal, akibatnya bisa memicu nefropati atau gangguan fungsi ginjal.
"Komplikasi jangka panjang itu munculnya lama, bisa bertahun-tahun dan tidak ujug-ujug (tiba-tiba)," terang Dr Tri Juli Edi Tarigan, SpPD, pakar diabetes dari RS Cipto Mangunkusumo saat dihubungi detikHealth, seperti ditulis Rabu (29/8/2012).
Sementara komplikasi jangka pendek seperti dicontohkan Dr Tri adalah ketoasidosis atau berubahnya darah menjadi asam karena kadar gulanya meningkat. Gejalanya adalah hilang kesadaran, kehilangan cairan karena jadi sering buang air kecil dan kadang disertai sesak napas.
Komplikasi diabetes berupa ketoasidosis terjadi saat tubuh kekurangan insulin, lalu membakar asam lemak dan menghasilkan keton yang bersifat asam. Kondisi ini membutuhkan pertolongan medis secepatnya dan bisa berakibat fatal kalau dibiarkan tanpa penanganan.
"Ketoasidosis itu juga mematikan kalau tidak segera tertangani," tandas Dr Tri.
(up/ir)











































