Terlambat Deteksi Kanker Sama Artinya Menggali Kubur

Ulasan Khas Kanker si Pencabut Nyawa

Terlambat Deteksi Kanker Sama Artinya Menggali Kubur

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Rabu, 26 Sep 2012 09:03 WIB
Terlambat Deteksi Kanker Sama Artinya Menggali Kubur
ilustrasi (foto: Thinkstock)
Jakarta -

Ketika mendengar kata kanker, bayangan melayang pada penyakit ganas yang tak dapat disembuhkan. Selain mematikan, kanker juga diplesetkan sebagai singkatan dari kantong kering karena biaya pengobatan yang tak terkira mahalnya. Plesetan dan ketakutan ini ada benarnya, namun hanya jika penyakitnya terlambat dideteksi.

Kanker sebenarnya tidak terlalu berbahaya jika masih berada pada tahap awal. Semakin dini terdeteksi, maka pengobatan yang dilakukan untuk mencegah penyebaran dan memerangi kanker masih optimal. Selain itu, dana yang dikeluarkan juga lebih sedikit karena pengobatannya belum neko-neko.

"Semakin awal kanker diketahui maka semakin besar kemungkinannya dapat disembuhkan. Kalau masih dalam stadium I, survival rate untuk 5 tahun sekitar 90%. Jika naik ke stadium 2, survival rate-nya turun menjadi 70%. Semakin ganas stadiumnya, semakin rendah survival rate-nya hingga stadium 4 survival rate-nya untuk 5 tahun hanya 20%," jelas Dr dr Andhika Rachman, SpPD, dokter ahli kanker dari RS Kanker Dharmais kepada detikHealth, Rabu (26/9/2012).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Survival rate yang dimaksud adalah rata-rata kemampuan hidup setelah terdeteksi adanya kanker. Para dokter telah menyepakati angka 5 tahun sebagai patokan secara statistik. Selama rentang waktu itu, ada kemungkinan kanker akan relapse setelah menjalani pengobatan. Survival rate 5 tahun sebesar 20% artinya hanya 2 dari 10 pasien yang bisa bertahan hidup sampai 5 tahun.

Semakin dini deteksinya, maka semakin kecil pula biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan. Kanker pada stadium awal masih bersifat lokal, jadi bisa diobati dengan metode pengangkatan lewat operasi bedah saja. Karena tidak menyebar ke organ lain, pengobatannya juga belum membutuhkan terapi yang mahal seperti radiasi dan kemoterapi.

Kementerian kesehatan telah menyarankan pentingnya deteksi dini. Misalnya pada kanker payudara yang gencar dipromosikan gerakan 'Sadari' atau periksa payudara sendiri. Begitu menyadari ada benjolan kecil di payudara, sebaiknya segera memeriksakan diri ke klinik atau rumah sakit untuk melihat kemungkinan adanya kanker payudara.

Sayangnya, tidak semua kanker dapat dideteksi sejak dini dan baru menampakkan gejala ketika sudah memasuki stadium 4. Pada tahap ini, segala penanganan yang dapat diberikan sudah terlambat. Dokter hanya berupaya meringankan gejala tanpa dapat menyembuhkan kanker.

"Ada beberapa jenis kanker yang baru ketahuan gejalanya setelah memasuki stadium 4, misalnya kanker hati dan kanker paru-paru. Pada kanker hati, gejala baru nampak setelah hati mengalami kerusakan parah. Biasanya pasien tidak dapat bertahan hidup 3 bulan setelah didagnosis. Pada kanker paru, rata-rata bisa bertahan hidup 20 bulan setelah didiagnosis jika mendapat pengobatan. Jika tanpa pengobatan, bisa lebih pendek lagi," pungkas dr Andhika.

(pah/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads