Dalam kehidupan suami istri, tak jarang salah satu atau bahkan dua-duanya masih terbawa kebiasaan lama yakni nonton film porno. Ada pula yang malah baru mengenal film porno dan akhirnya jadi kebiasaan juga. Apa saja untung ruginya?
Pakar psikologi perkembangan dari Universitas Maranatha Bandung, Efnie Indriani menilai kebiasaan nonton film porno jarang mengganggu keharmonisan tumah tangga kalau tujuannya hanya untuk meningkatkan sex drive atau gairah seks. Malah kadang, film porno bisa bermanfaat.
"Kadang orang nonton film porno bukan karena ada niat ingin selingkuh, tapi karena pasangannya punya sex drive yang tinggi. Untuk mengimbanginya, maka orang itu nonton film porno," kata Efnie saat dihubungi detikHealth, seperti ditulis Rabu (16/10/2012).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, potensi konflik juga bisa muncul jika salah satu pasangan memiliki latar belakang yang kental dengan nilai-nilai agama yang tentunya akan menganggap film porno sebagai sesuatu yang negatif. Dalam kondisi seperti ini, keharmonisan rumah tangga bisa terancam oleh keberadaan film porno.
"Tapi tidak sedikit kok, orang yang kalau hanya sekedar untuk meningkatkan sex drive nonton film pornonya tidak diketahui pasangan. Sembunyi-sembunyi kan gampang. Zaman sekarang bisa pakai gadget, tidak harus terang-terangan," lanjut Efnie.
Motivasi untuk mengatasi kebosanan dan mencari variasi baru juga kadang bisa memunculkan masalah tersendiri. Meski niatnya hanya untuk nonton sekali waktu, tanpa disadari lobus memori di otak akan menyimpan sensasi rasa senang lalu akhirnya ketagihan dan tidak bisa lepas dari film porno.
Oleh karenanya sebelum memutuskan untuk nonton film porno dengan pasangan, pertimbangkan dulu untung ruginya. Penting untuk dipikirkan, seberapa perlu ada tontonan seperti itu, mampukah mengatasi risiko ketagihan dan sesuaikah dengan nilai-nilai yang dipegang oleh kedua pasangan?
(up/ir)










































