Hati-hati! Penggunaan Obat Juga Bisa Bikin Insomnia

Ulasan Khas Insomnia

Hati-hati! Penggunaan Obat Juga Bisa Bikin Insomnia

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Rabu, 31 Okt 2012 12:35 WIB
Hati-hati! Penggunaan Obat Juga Bisa Bikin Insomnia
(Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Saat sulit tidur atau insomnia, terkadang orang langsung saja memilih jalan pintas dengan minum obat tidur tanpa resep dokter. Tapi hati-hati, beberapa obat justru malah dapat memperburuk insomnia dan membuat Anda semakin kurang tidur.

Obat diresepkan dokter tentu saja dengan tujuan untuk meringankan gejala penyakit atau menyembuhkannya. Namun beberapa obat memiliki efek samping, salah satunya menyebabkan kesulitan tidur atau bahkan sampai memicu insomnia.

Gangguan insomnia didefinisikan sebagai keluhan subjektif yang berkenaan dengan kesulitan tidur, yang meliputi cara memulai atau permulaan tidur, durasi (lama) tidur, penggabungan proses tidur, kualitas tidur, kesempatan tidur, yang mengakibatkan terganggunya aktivitas sehari-hari. Penyebabnya bisa bermacam-macam, salah satunya adalah obat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Obat-obatan juga bisa bikin susah tidur, misalnya vitamin, suplemen penambah energi, juga obat-obat yang mengandung kafein," ujar dr Andreas Prasadja, RPSGT, praktisi kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran saat berbincang dengan detikHealth, ditulis Rabu (31/10/2012).

Hal tersebut juga diamini oleh dr. Dito Anurogo dalam konsultasi detikHealth. Menurutnya, orang yang sering kesulitan tidur harus berhati-hati bila minum obat, sebab beberapa obat dapat menyebabkan insomnia.

"Bertanyalah kepada dokter atau apoteker apakah obat yang diminum menyebabkan insomnia," jelas dr Dito.

dr Dito menyebutkan beberapa jenis obat yang dapat memicu insomnia, antara lain:

1. Obat antidepresan, seperti: golongan SSRI (fluoxetine, paroxetine, sertraline, citalopram, escitalopram, fluvoxamine), venlafaxine, duloxetine, monoamine oxidase inhibitors.
2. Obat stimulan, misalnya: kafein, methylphenidate, derivat amphetamine, ephedrine, dan derivat (turunannya), kokain.
3. Analgesik narkotik, misalnya: oksikodon, kodein, propoxyphene.
4. Obat jantung (kardiovaskuler), seperti: beta-bloker, agonis dan antagonis reseptor-alfa, diuretik, lipid-lowering agents.
5. Obat paru-paru, misalnya: teofilin, albuterol.
6. Obat antikanker (antineoplastic), seperti: medroxyprogesterone, leuprolide acetate. goserelin acetate, pentostatin, daunorubicin, interferon alfa.
7. Hormon, termasuk: kontrasepsi oral, preparat tiroid, kortison, progesterone.
8. Obat golongan amin simpatomimetik, seperti: bronchodilator (Terbutaline, Albuterol, Salmeterol, Metaproterenol), derivat atau turunan xanthine (Theophylline), decongestants (Phenylpropanolamine, Pseudoephedrine, Phenylephrine).
9. Stimulan sistem saraf pusat, misalnya: methylphenidate.
10. Golongan anticholinergics (misalnya: ipratropium bromide).
11. Golongan antihipertensi, misalnya: clonidine, beta-blockers
(Propranolol, Atenolol, Pindolol), methyldopa, reserpine.
12. Lain-lain, seperti: alkohol, fenitoin, nikotin, levodopa, quinidine, kafein, anacin, Excedrin, empirin, preparat obat batuk dan
flu.

"Bukannya tidak boleh diminum (obatnya) tapi harus diatur jam minumnya," tegas dr Andreas, pemilik akun @IDTidurSehat, akun yang banyak memberi info seputar tidur sehat termasuk mitos dan faktanya.

(mer/vit)
Ulasan Khas Jadi Kalong karena Insomnia
16 Konten
Agar memiliki tubuh sehat dan bugar, salah satu syaratnya adalah kualitas tidur yang baik. Sayang, banyak orang yang mengalami susah tidur atau insomnia.

Berita Terkait