Kena Gangguan Jiwa Efek Sampingnya Insomnia

ADVERTISEMENT

Ulasan Khas Insomnia

Kena Gangguan Jiwa Efek Sampingnya Insomnia

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Rabu, 31 Okt 2012 17:40 WIB
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Orang susah tidur bisa disebabkan karena berbagai sebab. Pada banyak kasus, rasa cemas dan gelisah adalah salah satu pemicu utamanya, sama seperti pemicu gangguan jiwa depresi dan gangguan suasana perubahan suasana hati yang ekstrim atau bipolar. Maka tak heran banyak orang beranggapan gangguan tidur ini erat kaitannya dengan gangguan mental tersebut.

"Gangguan bipolar memang bisa menyebabkan gangguan tidur. Kenapa bisa memicu? Karena ketika sedang penuh semangat, penderita bipolar lebih memilih kerja daripada tidur. Atau harusnya jam tidur tapi dia ketika mengalami kondisi depresif membuatnya jadi sulit tidur," kata dr. Andreas Prasadja, RPSGT, pakar kesehatan tidur serta konsultan Sleep Disorder Clinic RS Mitra Kemayoran kepada detikHealth seperti ditulis Rabu (31/10/2012).

Gangguan bipolar sendiri juga bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor, misalnya gen dan kekacauan otak. Pada penderita bipolar, area otak yang disebut amigdala, yaitu komponen kunci dalam pemrosesan rasa cemas dan takut tidak berfungsi dengan baik.

Ada tiga episode yang dialami penderita bipolar, yaitu mania, depresi dan campuran. Saat mengalami episode mania, penderita merasakan sensasi bahagia, optimis berlebihan, bicara cepat, cerewet tak terkendali dan sulit diinterupsi.

Saat mengalami episode depresi, ada rasa sunyi, hampa dan muncul keinginan bunuh diri. Seringkali penderita jadi tidak rapi penampilannya, kurang peduli kebersihan, berbicara lambat, hampir tak punya inisiatif dan tak lagi berminat pada sesuatu yang tadinya disukai.

"Episode depresi seringkali mengakibatkan gangguan tidur seperti insomnia ataupun rasa mengantuk yang berlebihan. Episode sedih ini dialami hampir setiap hari minimal selama 2 minggu sehingga penderita perlu dirujuk ke dokter atau psikiater. Pada episode campuran, penderita hampir setiap hari mengalami episode bahagia dan sedih secara bergantian," kata dr Dito Anurogo, peneliti hematopsikiatri.

Akibat kurang tidur, penderitanya dapat mengalami gangguan memori, sulit berkonsentrasi, koordinasi motorik tangan dan mata berkurang. Gangguan ini juga cukup sering terlihat pada penderita gangguan mental. Efeknya tidak terbatas pada orang dewasa saja, tetapi anak-anak juga bisa menjadi korban. Anak-anak yang kurang tidur sering didiagnosis mengalami gelisah, hiperaktif dan impulsif.

Untuk mengatasi gangguan bipolar, ada berbagai pendekatan yang dapat dipakai dokter. Misalnya dengan obat, psikoterapi, psikoedukasi, psikoreligi, terapi yang berfokus pada keluarga, cognitive behavioural therapy (CBT), terapi ritme sosial dan interpersonal.

Obat yang banyak dipilih untuk mengatasi gangguan bipolar adalah lithium. Untuk menghindari efek samping, dokter akan mengkombinasikan lithium dengan obat lain seperti antipsikotik, antidepresan dan anti kejang.

(pah/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT