Bagi Pecandu <I>Gadget</I>, Insomnia Bukan Susah Tidur Tapi Lupa Tidur

ADVERTISEMENT

Ulasan Khas Insomnia

Bagi Pecandu Gadget, Insomnia Bukan Susah Tidur Tapi Lupa Tidur

Vera Farah Bararah, Merry Wahyuningsih - detikHealth
Rabu, 31 Okt 2012 19:02 WIB
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta -

Produk-produk kecanggihan teknologi seperti ponsel, modem dan laptop turut memicu insomnia di zaman moderen ini. Gara-gara tidak ada lagi batas ruang dan waktu, semua orang asyik main internet di atas kasur hingga akhirnya lupa tidur.

Contohnya Nisa (25 tahun), seorang karyawati di Jakarta yang karena tuntutan pekerjaan tidak pernah bisa lepas dari smartphone atau ponsel pintarnya. Melalui perangkat canggih tersebut, Nisa bisa browsing internet maupun chatting dengan rekan-rekannya kapan saja dan di mana saja.

Termasuk saat mau tidur, perempuan berkerudung ini selalu punya waktu untuk melihat update status yang muncul di timeline jejaring sosialnya. Kalau ada yang mengajaknya berinteraksi lewat instant messanger, sengantuk apapun pasti akan ditanggapinya.

Masalahnya adalah ketika sedang asyik chatting, para pecandu teknologi seperti halnya Nisa cenderung tidak ingat waktu. Kalau bukan karena tidak sengaja melihat jam dinding atau tiba-tiba mendengar suara adzan, maka waktu tidur akan terlewatkan begitu saja tanpa disadari.

"Biasanya sih baru nyadar karena emak guwe bangun terus ngomelin guwe (karena sampai subuh belum tidur)," tutur Nisa kepada detikHealth, juga melalui instant messanger meski diakuinya tidak sambil tiduran, seperti ditulis Rabu dinihari (31/10/2012).

Tidak bisa tidur seperti dalam kasus ini umumnya tidak termasuk susah tidur, sebab kalau memang ada niat maka sebenarnya tidak akan terlalu susah. Tinggal mematikan ponsel, maka rasa kantuk akan datang dengan sendirinya. Para pecandu gadget ini kadang hanya lupa tidur, lalu dilabeli insomnia untuk lebih mudahnya.

Meski demikian, dampak negatif yang ditimbulkan sebenarnya sama saja. Kurangnya waktu tidur di malam hari akan mengurangi produktivitas di tempat kerja pada keesokan harinya. Di kantor jadi sering terkantuk-kantuk, susah menjaga konsentrasi dan lebih lambat dalam mengerjakan segala hal.

Pakar kesehatan tidur dari RS Medistra Jakarta, dr Rimawati Tedjasukmana, SpS, RPSGT membenarkan bahwa keberadaan ponsel di tempat tidur bisa memicu berbagai gangguan tidur termasuk insomnia. Tidak selalu karena lupa tidur, kadang ada pesan pendek atau panggilan masuk yang bisa membuat orang terbangun tengah malam kemudian susah untuk tidur lagi.

"Penggunaan gadget di tempat tidur sebaiknya dikurangi karena bisa membuat orang jadi sulit tidur. Kamar seharusnya hanya berfungsi untuk tidur dan bukan untuk main, makan apalagi kerja misalnya buka-buka laptop," kata dr Rima yang selalu menganjurkan 'hygiene tidur', yakni kondisi tidur yang steril dari segala macam gangguan.

(up/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT