Jangankan Orang Biasa, Atlet Profesional pun Butuh Tukang Pijat

ADVERTISEMENT

Ulasan Khas Sehat dengan Pijat

Jangankan Orang Biasa, Atlet Profesional pun Butuh Tukang Pijat

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Rabu, 14 Nov 2012 18:37 WIB
(Foto: thinkstock)
Jakarta - Pijat memang disukai banyak orang. Jangankan orang biasa, atlet yang siap bertanding pun butuh pijat agar pegal-pegal segera hilang. Namun tentu saja pijat untuk atlet berbeda dengan orang kebanyakan. Apa bedanya?

Pijat dan urut identik dengan pengobatan tradisional dan sering dipandang tidak ilmiah. Namun nyatanya dalam bidang kedokteran dan olahraga pun, pijat kerap dilakukan dan merupakan sesuatu hal yang ilmiah.

"Dalam olahraga, kita bekerja sama. Ada ahli pijat, akupunktur, dokter, fisioterapi, semuanya bekerjasama untuk meningkatkan prestasi atlet. Tidak boleh mentang-mentang saya dokter merasa lebih unggul," ujar Dr Michael Triangto, SpKO, ahli kesehatan olahraga dari RS Mitra Kemayoran saat berbincang dengan detikHealth, ditulis Rabu (14/11/2012).

Saat berolahraga dan berlatih, ada tiga tahapan yang harus dilalui yaitu pemanasan, latihan inti dan pendinginan. Nah, pijat untuk atlet biasanya dibutuhkan saat pemanasan dan pendinginan.

"Pijat dibutuhkan pada saat pemanasan dan pendinginan, terlebih untuk orang-orang yang pernah cedera, sehingga ototnya membutuhkan pelemasaan. Pijat akan membantu melemaskan otot," jelas Dr Michael.

Setelah selesai latihan, lanjut Dr Michael, pijat akan membantu bagian-bagian tubuh agar lebih cepat mengalami pemulihan.

Selain itu, ketika latihan tubuh menghasilkan sampah asam laktat yang tidak dapat dimetabolisme, yang akhirnya menimbulkan rasa pegal 1 hingga 2 hari setelah latihan. Di sini, pijat berfungsi untuk membantu tubuh memetabolisme asam laktat tersebut.

Menurut dokter yang sudah menangani atlet bulutangkis sejak tahun 1994 ini, pijat yang dibutuhkan pada atlet dikenal dengan sport massage, berbeda dengan pijat pada tuna netra yang dilakukan untuk menghilangkan pegal di pinggang dan semacamnya.

Sport massage dilakukan untuk relaksasi, membantu metabolisme asam laktat (menghindari rasa pegal setelah olahraga), pemulihan otot yang terkilir dan mempersiapkan otot agar dapat latihan lagi.

Sedangkan pijat biasa atau yang sering dilakukan oleh tunanetra, pijat dilakukan untuk membuat otot-otot benar-benar lemas dan tak bertenaga. Pijat cara ini tidak dapat dilakukan pada atlet karena masih harus berlatih lagi.

"Jadi tidak boleh benar-benar lemas dan nggak ada powernya, harus tetap segar karena harus latihan lagi. Ini ilmiah," tegas Dr Michael.

Menurut Dr Michael, hampir semua cabang olahraga prestasi membutuhkan tukang pijat tersendiri. Yang paling sering terlihat adalah olahraga sepakbola, bulu tangkis, aerobik, jalan cepat, sepeda, jogging, tredmill dan olahraga beban dengan tujuan khusus.

Namun saat mengalami cedera, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan tidak boleh asal pijat. Dr Michael menegaskan bahwa bagian-bagian tubuh yang boleh dipijat adalah yang tidak mengalami cedera.

"Kalau cederanya baru, harus diistirahatkan dulu. Diberi es, ditenangkan diberikan obat supaya tidak banyak gerak, ditinggikan. Istilahnya Rest, Ice, Compression dan Elevation (RICE). Selama 2 x 24 jam tidak boleh di massage. Misal pada cedera betis, paha dan kakinya boleh dipijat, betisnya tidak," tutup Dr Michael.

(mer/vit)
Ulasan Khas Sehat dengan Pijat
Ulasan Khas Sehat dengan Pijat
15 Konten
Metode pijat menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi berbagai keluhan seperti pegal-pegal atau keseleo. Mau tahu informasi lebih lengkap tentang pijat? Simak ulasan khas ini.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT