"Ada batasannya. Kalau perempuan 8 tahun, laki-laki 9 tahun. Kalau kejadiannya (puber) sebelum itu, kita bilang dini," kata Dr Aman Pulungan, SpA(K), konsultan endokrinologi anak dari RS Cipto Mangunkusumo saat dihubungi detikHealth, seperti ditulis pada Rabu (21/11/2012).
Batasan umur yang dimaksud Dr Aman berlaku sejak munculnya ciri-ciri seksual sekunder mulai pada anak. Pada laki-laki misalnya, ditandai dengan pembesaran testis dan tumbuhnya rambut-rambut halus di kemaluan sedangkan pada perempuan biasanya dimulai dengan pembesaran payudara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perempuan biasanya mengalami menstruasi pertama kurang lebih 2 hingga 2,5 tahun sejak ciri-ciri seksual sekundernya muncul di awal masa puber. Laki-laki butuh waktu lebih pendek untuk mengalami mimpi basah sebagai tanda bahwa sistem reproduksinya sudah menghasilan sperma.
Ciri-ciri seksual sekunder lainnya yang juga bisa diamati adalah perubahan suara pada laki-laki menjadi lebih berat atau nge-bass. Perubahan massa otot pada anak laki-laki juga terjadi pada masa tersebut, menjadi lebih padat dan besar dari sebelumnya.
Penting pula untuk diketahui, pertumbuhan tinggi badan secara pesat juga terjadi pada masa pubertas. Rata-rata 17-18 persen tinggi badan saat dewasa didapat pada masa puber. Dibandingkan laki-laki, perempuan biasanya mengalami pertumbuhan tinggi badan lebih cepat di masa ini.
(up/vit)











































