Rabu, 21 Nov 2012 17:24 WIB

Ulasan Khas Pubertas Dini

Anak yang Cepat Puber Lebih Rentan Perilaku Seks Berisiko?

- detikHealth
(Foto: Thinkstock)
Jakarta - Puber seharusnya menjadi peristiwa yang normal dan dialami oleh hampir semua manusia. Tapi jika seorang anak mengalami puber lebih cepat dipercaya bisa memicu perilaku seks berisiko, benarkah?

Anak yang pubertas dini akan mengalami kematangan fungsi seksual yang lebih cepat. Tak jarang kondisi ini seringkali disangkut pautkan dengan rentan melakukan perilaku seks berisiko.

"Harusnya nggak ada hubungan, karena perilaku hubungan seks itu sebenarnya dipengaruhi oleh banyak hal," ujar psikolog Rustika Thamrin, Psi saat ditemui detikHealth dan ditulis, Rabu (21/11/2012).

Psikolog Tika menjelaskan kemungkinan perilaku seks berisiko ini terjadi akibat ia merasa kurang kasih sayang, karena jika ia mendapat kasih sayang yang cukup dari orangtuanya dan memiliki penanaman nilai moral yang baik ia bisa tahu batasan-batasannya.

"Tapi jika ia tidak mendapat kasih sayang yang cukup maka ia perlu terikat dengan orang lain secara dalam sehingga lebih mudah masuk ke hubungan seks berisiko. Belum lagi stimulasi dari film, DVD, internet bebas dan lain-lain," ungkapnya.

Tika mengungkapkan kasih sayang orangtua snagat penting dan untuk mengetahui apakah kasih sayang yang diberikan sudah cukup atau belum bagi anak perlu dilakukan komunikasi dua arah yang baik.

Sementara itu pakar seksologi Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS menuturkan pubertas dini yang terjadi pada perempuan umumnya disebabkan karena gangguan hormon.

"Mereka lebih berisiko karena pada masa puber sudah muncul keinginan untuk melakukan aktivitas seksual. Apabila perkembangan seksualnya lebih cepat tapi kepribadiannya belum dewasa, maka berisiko melakukan seks tidak aman," ujar Prof Wimpie.

Hal ini karena jika seseorang terlalu cepat pubertas akibat kadar hormon yang tinggi maka itu membuat anak lebih cepat dewasa, padahal mungkin mentalnya belum siap untuk menjadi dewasa.

Untuk itu pendidikan seks penting sehingga anak bisa paham dengan apa yang terjadi pada dirinya. Pendidikan seks ini bisa dimulai sejak pra-pubertas yang berisi pengenalan anggota tubuh. Hal yang penting adalah anak kenal dengan tubuhnya sendiri, bagaimana merawat alat genital agar terjaga higienitas supaya tidak ada penyakit dan tetap sehat.

Sedangkan saat anak sudah puber baru dikenalkan dengan bagian tubuh yang lebih kompleks seperti hormon dan dibarengi dengan tata krama, misalnya saat puber hormon reproduksi sudah aktif jadi anak harus hati-hati dengan perilakunya. Aktivitas seksual bisa menyebabkan hamil, atau seks bebas dapat menyebabkan penyakit infeksi menular.

(ver/vit)