Rabu, 12 Des 2012 19:00 WIB

Ulasan Khas Agar Cepat Hamil

Menunda Punya Anak, Peluang Kehamilan Juga Berkurang?

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Foto: Ilustrasi/Thinkstock Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta -

Zaman sekarang banyak ditemui pasangan yang memilih untuk memiliki anak setelah mapan secara finansial. Akibatnya, pasangan ini baru memutuskan untuk memiliki anak setelah usianya mencapai kepala tiga. Bahkan ada yang baru menikah setelah usianya mencapai 30 tahun. Padahal usia ini bukan usia ideal untuk hamil.

Perempuan paling ideal hamil saat berusia 20 - 30 tahun karena tingkat kesuburannya masih tinggi. Risikonya terjadi keguguran serta komplikasi kehamilan juga rendah. Ketika berusia 20 - 35 tahun, jumlah bakal sel telur adalah sekitar 300 ribu. Saat usianya mencapai 35 tahun, bakal sel telur ini berkurang menjadi tak lebih dari 100 ribu.

"Usia subur setiap orang cukup beragam. Pada perempuan, setelah mencapai usia 30 tahun, tingkat kesuburannya berkurang 10 persen setiap 10 tahun dan berhenti setelah menopause. Untuk laki-laki, tidak ada batasan yang jelas," kata dr Ponco Birowo, spesialis urologi dari RSCM kepada detikHealth seperti ditulis, Rabu (12/12/2012).

Berbeda dengan perempuan yang berhenti menghasilkan sel telur setelah menopause, laki-laki tidak memiliki titik tertentu di mana ia berhenti menghasilkan sperma. Oleh karena itu, pria tua sebenarnya masih memiliki kemungkinan untuk mendapat keturunan, namun belum tentu spermanya sesehat sperma pria yang masih muda.

Dr Ponco menerangkan bahwa kualitas dan jumlah sperma yang dihasilkan akan mengalami penurunan seiring pertambahan usia. Salah satu kondisi yang mengancam kesuburan laki-laki adalah gangguan prostat. Risiko munculnya gangguan ini mulai muncul saat usia laki-laki menjelang 60-an tahun.

Prostat berfungsi menghasilkan cairan semen yang berfungsi membawa sperma. Adanya gangguan pada prostat akan mengganggu transportasi sperma. Pengobatannya juga seringkali menyebabkan laki-laki tidak bisa mengalami ereksi atau ejakulasi.

Gangguan lain yang mengancam kesuburan laki-laki adalah tersumbatnya vas deferens (tabung sperma) oleh varises pembuluh darah vena. Pengobatannya bisa membuat laki-laki tidak bisa ejakulasi serta meningkatkan lemak yang meningkatkan kadar estrogen sehingga menurunkan jumlah sperma. Jadi secara umum, kesuburan laki-laki memang tidak memiliki batasan tertentu, namun amat tergantung pada kondisi kesehatannya.

"Usia reproduktif yang ideal itu 20 - 35 tahun. Sejalan dengan usia, umur 35 tahun ke atas untuk perempuan dan laki-laki diatas 55 tahun maka tingkat kesuburannya menurun. Tapi itu nggak eksak ya, karena ada kakek2 yang masih bisa menghamili," kata dr Med Damar Prasmusinto, SpOG, spesialis obgyn dari Brawijaya Women & Children Hospital.

Oleh karena itu, usia 35 tahun seringkali dijadikan batasan usia ideal bagi pasangan untuk memiliki bayi. Walau demikian, kehamilan pada usia di atas ini lebih berisiko mengalami keguguran, bayi mengidap down syndrome dan kecacatan kromosom.

Hamil di atas usia 35 tahun juga cenderung memiliki masalah seperti preeklamsia, diabetes, kelahiran prematur, berat bayi yang rendah dan masalah placental selama kehamilan. Komplikasi kehamilan biasanya dapat dicegah dengan operasi caesar. Untungnya, sebagian besar masalah ini dapat diatasi dengan perawatan yang baik sebelum melahirkan.

(pah/vit)