Survei kecil-kecilan yang dilakukan detikHealth menunjukkan bahwa sebagian besar pembaca, yakni 87 persen menganggap premarital check up penting untuk dilakukan. Hanya 11 persen yang menganggap tidak perlu, sementara 2 persen sisanya tidak tahu.
Alasan pembaca menilai perlu melakukan premarital check up antara lain untuk mendeteksi adanya penyakit yang bisa menular ke pasangan atau bahkan keturunannya. Jika sudah terdeteksi, maka akan lebih mudah untuk dicegah ataupun justru disembuhkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemeriksaan kesehatan sebelum menikah yang dianggap penting oleh para pembaca detikHealth antara lain TORCH. Termasuk di dalamnya adalah infeksi Toxoplasmosis, Other (syphilis), Rubella, Cytomegalovirus (CMV), dan Herpes simplex virus (HSV).
Sebagian pembaca yang menganggap premarital check up tidak perlu dilakukan juga memiliki alasan tersendiri. Kebanyakan lebih memilih untuk menerima pasangan apa adanya, termasuk gangguan dan berbagai keterbatasan yang menyangkut kesehatannya.
"Perlu ga perlu.. Jaga perasaan pasangan & keluarga.. N komitmen 'menerima apa adanya' bukan ada apanya," tulis Windi, salah seorang pembaca detikHealth yang sepertinya lebih mementingkan perasaan calon pasangan dan keluarganya dibanding risiko bila tidak melakukan check up.
Sementara itu, sebagian kecil pembaca detikHealth yang menyampaikan pendapatnya mengaku bimbang menilai perlu tidaknya pemeriksaan sebelum menikah. Umumnya merasa ada perlunya, tetapi untuk melaksanakannya butuh banyak pertimbangan termasuk untuk menjaga perasaan calong pasangan.
"Kl qt yakin calon qt sehat2 aja keknya ga prlu cek lg," tulis salah seorang pembaca yang masih bimbang, Yulia.
(up/)











































