Kamis, 28 Mar 2013 16:01 WIB

Kiriman Penyakit dari Alam Gaib

Anak Kena Sawan Usai Diajak Melayat, Ini Penjelasan Dokter

- detikHealth
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Masyarakat khususnya di pedesaan sering menganjurkan agar anak kecil tak diajak pergi melayat. Kalau dilanggar, si anak bisa mengalami kejang-kejang, demam atau mengalami perubahan perilaku misalnya mendadak diam dengan mata melotot.

Dalam bahasa awam, gangguan ini sering disebut dengan istilah kena sawan. Karena ada unsur mistis yang mewarnai, gangguan ini juga bisa ditangkal secara spiritual misalnya dengan ritual tertentu atau sekedar didoakan sesuai dengan ajaran dan kepercayaan masing-masing.

"Sebagai seorang muslim, saya mengimani itu karena itu ada disebutkan di dalam Quran seperti bayi yang rewel sampai akhirnya sakit. Tetapi, memang pembuktian secara medisnya belum ada," kata dr Piprim B Yanuarso, SpA saat dihubungi detikHealth, Kamis (28/3/2013).

Oleh karena itu, dr Piprim memilih untuk menyikapi fenomena ini secara proporsional. Artinya tidak perlu berlebihan, harus dicari dulu penyebab ilmiahnya. Kalau benar-benar tidak bisa ditolong, baru didoakan atau diikutkan ritual tertentu sesuai ajaran agama misalnya rukyiah.

Pendekatan medis memang tidak selalu bisa menjelaskan fenomena mistis semacam itu hingga benar-benar tuntas. Menurut dr Piprim, ilmu kedokteran moderen harus menyertakan bukti rasional dan bukti ilmiah untuk menjelaskan setiap kasus termasuk kena sawan.

"Intinya harus ada bukti ilmiahnya dan jangan langsung menyalahkan jin-jin segala. Siapa tahu hanya common cold (pilek). Tetapi kalau tidak ketemu juga, mungkin perlu pendekatan sesuai dengan keimanan kita. Tetapi, semua harus proporsional, jangan ada yang berlebihan," lanjut dr Piprim.

Pendapat senada juga diberikan oleh dr Meita Dhamayanti, SpA(K), MKes dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Menurutnya, fenomena-fenomena seperti itu muncul karena pemikiran konvensional seperti larangan duduk di depan pintu. Tujuan sebenarnya cukup rasional, yakni supaya tidak masuk angin.

Sama halnya dengan larangan untuk mengajak anak kecil ikut pergi melayat. Anak-anak yang punya riwayat epilepsi atau ayan punya risiko kambuh ketika berada di kerumunan banyak orang. Orang awam lalu menghubungkannya dengan hal-hal berbau mistis, yakni kena sawan.

"Atau lihat juga pola asuhnya, zaman sekarang kan banyak film hantu-hantu seperti pocong dan sebagainya akhirnya karena ketakutan jadi trauma sendiri. Karena trauma, akhirnya sakit. Itu berarti psikisnya yang kena," jelas dr Meita.

Berada di kerumunan banyak orang saat melayat juga membuat anak-anak rentan tertular virus atau kuman penyebab penyakit. Jika sepulang dari melayat tiba-tiba si anak gelisah dan badannya panas, bukan tidak mungkin anak itu demam hanya karena terinfeksi kuman.


(up/up)