Psikiater dari RS Omni Alam Sutra Tangerang, Dr Andri SpKJ mengatakan bahwa praktik-praktik penyembuhan dengan ilmu hitam semacam itu berada di luar jangkauan ilmu kedokteran. Meski dalam kenyataannya ada, ilmu kedokteran punya batas-batas tertentu dalam menyikapinya.
"Penyembuhan penyakit itu secara medis ada perjalanan penyakit, serta bagaimana tubuh memiliki reaksi yang berkaitan dengan penyakit tersebut. Jika ada yang orang yang mengaku bisa memindahkan penyakit, hal seperti itu yang saya kurang tahu. Itu sebabnya disebut supranatural," kata dr Andri saat dihubungi detikHealth, Kamis (28/3/2013).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua syarat yang menurut dr Piprim pernah disampaikan salah seorang ulama tersebut adalah sebagai berikut:
1. Pengobatan harus rasional, bisa dibuktikan secara empiris. Misal kalau demam memang karena ada kumannya.
2. Ada landasan dari Quran atau hadistnya.
"Di luar itu bertentangan dengan Islam. Nggak benar dan nggak sesuai dengan Quran dan sunah. Justru seperti memindahkan pada kambing atau ayam itu mengundang murka Allah," kata dr Piprim soal praktik memindahkan penyakit dari manusia ke benda lain atau hewan.
Sementara itu, dr Meita Dhamayanti, SpA(K) yang juga dari IDAI lebih tegas lagi mengatakan tidak percaya ilmu hitam. Baginya, pengobatan seperti Yoga lebih bisa diterima karena memang bisa mengistirahatkan psikis. Demikian juga pengobatan holistik yang mengobati pasien dari semua aspek, termasuk mental.
Baginya aspek spiritual baginya tetap penting, namun yang terpenting lagi adalah ikhtiar. "Obati secara medis dan berdoa, tetapi jangan percaya yang nggak-nggak. Pengobatan moderen soalnya sekarang harus memiliki bukti sahih yang bisa dilihat baru bisa dipercaya," kata dr Meita.
(up/up)











































