"Walaupun sebelumnya ia terbiasa menggunakan heels. Tidak disarankan menggunakan heels. Tetapi untuk ukuran rendah masih diperbolehkan dengan konsekuensi terjatuh," kata dr M Nurhadi Rahman SPOG, dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Rabu (3/4/2013).
Kemungkinan jatuh karena memakai high heels membayangi karena perubahan postur saat hamil akan mengubah titik tumpu pada perempuan sebelum dan saat hamil. Perubahan ini biasanya terjadi pada tulang belakang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari The Pregnancy Centre, high heels akan membuat betis ibu hamil mengencang dalam waktu lama sehingga bisa mengakibatkan kram. Jika seorang perempuan memang sangat menyukai memakai high heels, mungkin sebaiknya tidak terus menerus mengenakan sepatu bertumit tinggi tersebut untuk menghindari kram. Pada saat mengalami sakit punggung, itu adalah pertanda ibu hamil perlu mengganti alas kakinya dengan yang flat atau tanpa tumit tinggi.
Jessica Simpson, penyanyi yang juga desainer, adalah contoh perempuan hamil penggemar high heels yang harus beralih ke sandal flat karena mengeluh sakit punggung. Selain itu kakinya yang bengkak pun tidak memungkinkan Jessica untuk mengenakan high heels. Soal kehamilan dan high heels menjadi perbincangan pula di media saat Kate Middleton tampil dengan high heels di tengah kehamilannya.
(vit/up)











































