Rabu, 10 Apr 2013 18:31 WIB

Ulasan Khas Melahirkan Sehat

Olahraga yang Pas untuk Ibu Pasca Melahirkan

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Setelah berbulan-bulan menggotong jabang bayi di dalam perut dan berat badan bertambah beberapa kilogram, tentu banyak ibu hamil yang merasa perlu berolahraga. Selain memperbaiki bentuk tubuh yang membengkak, olahraga juga perlu untuk menjaga kebugaran.

Olahraga setelah melahirkan bisa mempercepat proses pemulihan, membantu menurunkan berat badan, meningkatkan kekuatan otot, membantu ibu bersantai dan melepaskan stres serta memberi energi lebih. Namun olahraga seperti apakah yang baik dan kapankah sebaiknya mulai dilakukan?

"Olahraga ringan seperti jalan-jalan sangat dianjurkan kepada ibu pasca melahirkan. Olahraga ini juga sebaiknya dilakukan setelah masa nifas selesai, yaitu 40 hari setelah proses melahirkan dan tidak mengganggu kenyamanan ibu, khususnya kenyamanan di daerah luka operasi," kata dr Frizar Irmansyah, SpOG, dokter kandungan dari RS Pusat Pertamina seperti seperti ditulis Rabu (10/4/2013).

Biasanya, perempuan yang baru melahirkan akan kehilangan sebanyak 8 - 9 kg berat badannya dalam waktu 1 bulan setelah memiliki bayi akibat sibuk mengurus sendiri buah hatinya. Tapi tak ada salahnya melakukan olahraga secara konsisten agar lebih cepat kembali ke bentuk tubuh semula.

Waktu yang ideal untuk memulai olahraga adalah 6 minggu setelah melakukan pemeriksaan awal pasca melahirkan. Namun waktunya sebenarnya tergantung dari kondisi ibu. Akan lebih baik jika olahraga dimulai apabila tubuh secara fisik mampu melakukannya. Selain itu, olahraga sebaiknya dilakukan setelah menyusui bayi.

Olahraga yang dilakukan sebaiknya jangan yang terlalu keras. Jika tidak, ASI (Air Susu Ibu) yang dihasilkan akan asam dan membuat bayi tak mau disusui. Sebenarnya, dengan menyusui bayi pun sudah dapat menurunkan berat badan secara alami.

"Jika ibu menyusui melakukan olahraga berat atau terlalu berlebihan akan terbentuk asam laktat di dalam susunya, sehingga rasa ASI menjadi asam yang membuat bayi tidak mau menyusui," kata dr Inge Permadhi, MS, SpGK, dari Departemen Ilmu Gizi FKUI seperti pernah ditulis detikHealth sebelumnya.

Dr Inge menjelaskan bahwa umumnya ibu menyusui akan menghasilkan ASI sekitar 750 cc tiap hari. Kondisi ini juga setara dengan penurunan berat badan sekitar 200-500 kalori per harinya. Artinya, dalam waktu seminggu bisa menurunkan sekitar 0,5 kg.

(pah/up)