Rabu, 24 Apr 2013 13:54 WIB

Ulasan Khas Detoks

Ini Penyebab Diet Detoks untuk Langsing Gagal

Ajeng Anastasia Kinanti, Erninta Afryani Sinulingga - detikHealth
Foto: Ilustrasi/Thinkstock Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Topik Hangat Ulasan Khas Detoks
Jakarta - Langsing merupakan dambaan setiap orang, khususnya perempuan. Apapun akan dilakukan untuk mendapatkan tubuh ideal, namun sayangnya banyak yang malas untuk olahraga atau sekadar mengatur pola makan. Diet detoks pun menjadi pilihan, namun mengapa banyak yang gagal?

Penurunan berat badan hanya terjadi jika dapat melakukan diet rendah kalori dengan gizi seimbang dan olahraga minimal 30 menit selama 5 kali per minggu. Sebab berat badan hanya turun jika lemak dapat dibakar, yaitu dengan cara olahraga.

Kebanyakan orang sudah 'mengandalkan' proses detoks seperti hanya mengonsumsi makanan tertentu atau bahkan memperbanyak minum air putih bisa menurunkan berat badan, sehingga disebut 'diet' detoks, ini adalah persepsi yang salah.

"Kalau tidak mau olahraga jangan harap bisa langsing. Mengandalkan detoks saja tetapi aktivitasnya sedikit tidak akan menurunkan berat badan," ujar dr. Phaidon L. Toruan, praktisi hidup sehat, saat dihubungi oleh detikHealth, Selasa (23/4/2013).

Selain olahraga, penting juga bagi yang ingin mendapatkan tubuh langsing untuk memerhatikan makanan apa saja yang masuk ke dalam tubuh. Dr Phaidon menambahkan sebaiknya hindari makanan yang pengolahannya digoreng.

"Jika hanya mengonsumsi 1 jenis saja, efek yang muncul justru tubuh menjadi kekurangan nutrisi, lemah, dan tidak memiliki energi cukup untuk beraktivitas," lanjut dr. Phaidon.

Istilah detoks sebenarnya tidak sama dengan diet, diet adalah pengaturan pola makan, sementara detoks adalah membersihkan. hanya membersihkan salah satu organ tubuh tidak akan langsung menurunkan berat badan, karena lemaknya tidak dibakar.

"Bila diet yang dilakukan adalah dengan mengurangi makan, bisa saja kemudian kekurangan zat-zat gizinya dipenuhi dari suplemen. Tapi supaya diet yang dilakukan tetap bergizi lengkap dan seimbang, sebaiknya makanan yang dikonsumsi dibagi dalam 3 porsi besar dan 2-3 kali porsi kecil," ujar dr Cindyawati Pudjiadi, SpGK, MS, praktisi gizi klinik di RS Medistra, Jakarta, saat dihubungi oleh detikHealth, Selasa (23/4/2013).

"Jadi di waktu 3 porsi besar yaitu di jam makan pagi, siang dan malam, tetap makanan yang dikonsumsi mengandung sumber karbohidrat, sumber protein, sumber lemak, vitamin Dan mineral. Diselingi dengan 2-3 kali porsi kecil dalam bentuk misalnya buah dan sayur," lanjutnya.

(vit/vit)
Topik Hangat Ulasan Khas Detoks