Rabu, 24 Apr 2013 15:03 WIB

Ulasan Khas Detoks

Ini Racun-racun yang Bisa Dibuang Lewat Diet Detoks

Erninta Afryani Sinulingga - detikHealth
ilustrasi (Foto: Thinkstock) ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Topik Hangat Ulasan Khas Detoks
Jakarta - Sesuai makna katanya, detoks atau detoksifikasi adalah proses pembuangan racun dari dalam tubuh. Racun dari dalam tubuh bisa diperoleh dari makanan yang dikonsumsi, proses metabolisme dan paparan lingkungan. Sebenarnya racun apa saja yang perlu dibuang ?

Beberapa hal bisa menjadi racun bagi tubuh seperti bahan kimia yang ditambahkan dalam makanan olahan, hormon yang disuntikkan pada hewan serta insektisida pada tanaman yang tidak dicuci dengan bersih.

Detoksifikasi secara alami dilakukan oleh organ hati yang bekerja keras mengeluarkan racun dan lemak rusak yang dikonsumsi melalui makanan sehari-hari. Jika racun tersebut tidak dikeluarkan bisa memicu berbagai masalah dan penyakit di hati.

Oleh karena itu, muncullah ide untuk melakukan detoksifikasi hati, yaitu tujuannya untuk membersihkn hati dari racun-racun yang tak bisa dikeluarkan tersebut. Salah satu cara yang sering dianjurkan adalah mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung antioksidan atau metode tertentu.

“Detoks liver biasanya dilakukan untuk meluruhkan batu empedu, yaitu dengan cara pasien puasa terlebih dahulu, kemudian diberikan minyak zaitun kurang lebih 100 cc. Setelah kosong karena puasa dan langsung diberi minyak zaitun, liver akan memaksa empedu bekerja dengan cara memijat, sehingga racun dan sisa-sisa batu yang mengendap akan keluar,” kata dr Phaidon L Toruan kepada detikHealth seperti ditulis Rabu (24/4/2013).

Tak hanya hati saja yang bisa didetoks, dr Phaidon yang merupakan praktisi hidup sehat ini menjelaskan bahwa ada juga yang disebut detoks colon. Tujuannya membersihkan usus dari sisa ampas makanan yang menumpuk selama bertahun-tahun. Detoks semacam ini diyakini bisa memperbaiki sistem pencernaan dan metabolisme tubuh.

Selain liver dan kolon, kini banyak juga dijumpai metode detoks yang ditargetkan pada berbagai organ di tubuh, misalnya sistem peredaran darah, ginjal dan paru-paru. Intinya, segala bagian tubuh yang berfungsi mentransfer senyawa-senyawa kimia dari lingkungan rentan menyerap racun yang ikut terbawa.

“Yang dibersihkan dari detoks adalah usus besar, karena ternyata banyak feses kering sekitar 5 -15 kg yang tidak keluar secara alami dari dalam tubuh, juga sistem peredaran darah, hati, ginjal, paru-paru, otot dan rangka,” kata dr. Roy Indrasoemantri, seorang konsultan kesehatan.

Karena sebenarhya sudah bisa dilakukan secara alami oleh tubuh, khasiat detoksifikasi pun menjadi perdebatan di kalangan para ahli. Sebagian ahli berpendapat detoksifikasi tidak perlu menggunakan terapi atau pola diet yang aneh-aneh, sedangkan beberapa ahli berpendapat sebaliknya.

“Detoks alami itu terjadi setiap hari yang dilakukan oleh hati. Yang penting bagaimana gizi tetap seimbang. Dengan cara hindari goreng-gorengan, makan sayur dan buah, makan lemak sehat dari ikan,” Dr Samuel Oetoro, MS, SpGK, pakar gizi dari Universitas Indonesia.

(pah/vit)
Topik Hangat Ulasan Khas Detoks