"Banyak faktor yang menyebabkan anak gampang sakit. Ada 2 faktor utamanya yaitu dari diri sendiri dan lingkungan," kata dokter anak dari RS Persahabatan, dr Tjatur Kuat Sagoro, SpA, dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Rabu (5/6/2013).
Faktor dari diri anak yang membuatnya gampang sakit antara lain adalah karena tidak mau makan sehingga tidak mendapat cukup gizi, dan tidak imunisasi lengkap. Sedangkan dari faktor lingkungan misalnya karena lingkungan yang tidak higienis dan karena tertular penyakit keluarganya di rumah atau temannya di sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usia, menurut dr Tjatur, juga berpengaruh pada sakit pada anak. Sehingga semakin kecil anak, semakin rentan terserang penyakit. Karena itu bila anak yang berusia di bawah 3 bulan sakit, apalagi jika diikuti dengan demam tinggi, maka harus dikonsultasikan ke dokter.
Bayi hingga berusia satu tahun bisa sakit 8-12 kali dalam setahun. Mereka mudah sakit lantaran tidak sadar berapa mudahnya kuman menempel di tangan. Setelah beranjak besar, frekuensi sakit seperti batuk, pilek, dan diare akan berkurang menjadi rata-rata 6-8 kali. Anak menjadi jarang sakit seiring bertambahnya usia karena tubuhnya membangun imunitas terhadap berbagai penyakit.
(vit/vit)











































