Rabu, 19 Jun 2013 11:08 WIB

Ulasan Khas Tidur Ngorok

Pasangan Anda Tidur Mengorok? Lakukan Langkah Ini Agar Tak Terganggu

Erninta Afryani Sinulingga - detikHealth
Ilustrasi (dok: Thinkstock) Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Kebanyakan orang yang mendengkur atau ngorok tidak menyadari bahwa dirinya mengeluarkan suara keras saat tidur. Karena itu, pasanganlah yang punya kewajiban untuk mengingatkan dan juga membantunya menghilangkan kebiasaan mendengkur.

Mendengkur tak hanya mengganggu orang yang mendengarnya, tetapi juga membahayakan kesehatan si empunya tubuh. Sebagai teman tidur atau pasangan, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk menghentikan suara dengkuran.

"Jika pasangan tidur dan sampai mengganggu yang harus dilakukan pertama adalah dimiringkan supaya sumbatannya berkurang," jelas dr Andreas Prasadja, RPSGT, ahli kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran Jakarta, saat berbincang dengan detikHealth, Rabu (19/6/2013).

Jika kelihatan sesak, lanjut dokter yang disapa dr Ade, segera bangunkan agar tidak terjadi hilang napas telalu lama. Sesak saat mendengkur bisa menyebabkan seseorang mengalami sleep apnea, yang dapat memicu kematian mendadak.

"Yang banyak orang tidak tahu adalah bedanya meninggal mendadak karena serangan jantung dan sleep apnea," tambah dr Ade.

Kaitannya adalah jika meninggal karena serangan jantung pada orang normal yang tidak mengalami sleep apnea, biasanya terjadi pada saat orang tersebut beraktivitas, antara pagi hingga sore. Namun, serangan jantung karena sleep apnea biasanya meninggal saat ia tidur antara jam 10 malam hingga jam 6 pagi.

Ada pula orang yang percaya bahwa mengurangi minum susu atau makanan tertentu sebelum tidur dapat menghentikan ngorok. Benarkah demikian?

"Saya kurang tahu kalau susu dan makanan tertentu bisa mengganggu pernapasan. Kecuali kalau yang bersangkutan alergi makanan tertentu seperti alergi kacang, udang, seafood. Itu terkadang mengganggu pernapasan, sehingga tersumbat," jelas dr Rimawati Tedjasukmana, SpS, RPSGT, pakar kesehatan tidur dari RS Medistra Jakarta.

Dikutip dari Foxnews, berikut ini beberapa langkah yang perlu Anda lakukan untuk membantu pasangan menghilangkan kebiasaan mengoroknya saat tidur:

1. Bicarakan mengenai hal tersebut
Cara yang lebih efektif adalah berbicara tentang masalah ini dan jelaskan bahwa kondisi mendengkurnya bisa mempengaruhi kesehatan dan juga hubungan yang ada, jadi bukan dengan menyalahkan satu sama lain.

2. Menyelesaikan masalah bersama-sama
Masalah ini bukan hanya milik orang yang mendengkur saja, tapi masalah keduanya sehingga harus diselesaikan secara bersama-sama. Bantu pasangan memahami bahwa mendengkur bisa jadi masalah medis yang serius, dan bukan hanya sekedar terjaga di malam hari, sehingga bisa dicari solusinya secara bersama-sama.

3. Temani ia ke dokter
Ada beberapa hal yang membuat seseorang mendengkur, salah satunya dan yang paling serius adalah sleep apnea. Kondisi ini bisa menyebabkan tekanan darah tinggi, stroke, serangan jantung, mengantuk di siang hari, demensia (pikun) dan meningkatkan risiko terkena diabetes.

Dr Craig Schwimmer, pendiri The Snoring Center menyarankan bagi orang yang mendengkur untuk konsultasi ke dokter agar diketahui apa penyebabnya, sehingga dapat memberikan solusi untuk mengatasi masalah ini.

4. Mendorong perubahan gaya hidup
Perubahan gaya hidup merupakan cara yang terbilang efektif untuk mengurangi ngorok, perubahan ini meliputi penurunan berat badan yang berlebih, pola makan yang sehat, aktif bergerak dan berolahraga, serta menghindari alkohol. Agar tujuan ini bisa tercapai, sebaiknya perubahan yang dilakukan tidak hanya untuk dirinya saja, tapi turut pula dikerjakan oleh semua anggota keluarga.

5. Menghindari kamar tidur terpisah
National Sleep Foundation AS menuturkan sekitar 23 persen pasangan memilih tidur di kamar terpisah ketika salah satu ada yang mendengkur. Namun hal ini sebaiknya tidak dilakukan karena tak akan menyelesaikan masalah, namun justru semakin memberikan jarak pada pasangan.

(mer/vit)
News Feed