Salah satunya di Norwegia, fenomena latah dialami seorang laki-laki bernama Basse Anderson. Pegawai kantoran ini sangat mudah dibuat kaget oleh teman-teman sekantornya, yang kadang-kadang memang sengaja ingin melihat reaksi lucunya saat terkejut.
Basse memang tidak melontarkan ungkapan-ungkapan seperti "eh copot-copot" saat terkejut. Saat latah, Basse lebih sering tampak panik lalu berlari atau menjatuhkan diri. Sesaat setelah sadar dirinya cuma dikerjai, Basse akan tertawa bersama dengan teman-temannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam psikologi, jenis latah seperti yang dialami oleh Basse disebut ekopraksia atau meniru gerakan orang lain. Jenis latah lainnya yang juga sering dijumpai di Indonesia adalah ekolalia, yakni meniru perkataan orang lain.
Dalam praktiknya, latah tidak selalu meniru gerakan atau ucapan seseorang. Latah muncul spontan, kadang menirukan dan tidak jarang hanya melakukan apa yang sudah menjadi kebiasaan. Mengucapkan kata-kata "eh copot" adalah contoh latah spontan yang tidak selalu menirukan.
Psikolog dari Pusat Layanan Tumbuh Kembang Kancil, Ratih Zulhaqi kepada detikHealth tidak membantah bahwa latah berhubungan dengan kultur. Dan karenanya, fenomena ini lebih sering ditemukan di Indonesia meski bukan berarti di luar negeri tidak ada sama sekali.
"Sebenarnya ini masalah kultur dan memang kebanyakan di Asia Tenggara tetapi kalau di luar Indonesia persentasenya kecil sehingga mungkin tidak terlalu diperhatikan dan lama-kelamaan hilang," kata Ratih saat dihubungi detikHealth, seperti ditulis pada Rabu (3/7/2013).
Begitu pun di kebudayaan barat, Ratih menilai latah bukan berarti tidak ada sama sekali. Hanya karena sifat manusianya lebih individualistis, perilaku latah kadang tidak mendapat perhatian khusus dari lingkungan seperti halnya di Indonesia sehingga tidak populer.
Beberapa contoh orang-orang di luar negeri yang berperilaku seperti orang latah saat dikerjai atau dibuat kaget bisa dilihat melalui tautan berikut:
1. Latah melihat orang kena setrum
2. Latah gara-gara melihat hantu
(up/vit)










































