Dari perbincangan detikhealth bersama psikolog Ratih Zulhaqqi, M.Psi yang ditulis pada Rabu (3/7/2013), latah dan gagap adalah kedua hal yang berbeda.
"Latah dan gagap itu berbeda. Kalau gagap itu neurological problem walaupun ada yang karena gugup akhirnya jadi gagap," ujar psikolog yang berpraktik di Klinik Terpadu Fakultas Psikologi UI ini. Pada dasarnya kecemasanlah yang menjadi dasar penyebab dari gagap dan latah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini dapat mengakibatkan berbagai gejala seperti kelumpuhan, kelemahan otot, koordinasi yang buruk, hilangnya sensasi, kejang, kebingungan, rasa sakit dan tingkat kesadaran yang berubah.
Menurut Ratih, biasanya orang akan menjadi gagap (karena cemas) disebabkan karena orang tersebut kurang bisa mengekspresikan apa yang ada di dalam dirinya. "Seperti Aziz gagap itu dia memerankan gagap dan latah tetapi kalau gagap saja belum tentu dia latah," tambah Ratih.
Tetapi orang dengan tingkat kecemasan yang tinggi dan tidak memiliki pendirian yang kuat menurut Ratih akan sangat mudah tertular latah. "Orang yang tidak latah bisa jadi latah dari faktor habituasi (kebiasaan) misalnya hidup dengan orang yang latah dan mudah disugesti jadi mudah tertular," tambahnya.
Nah, jika Anda adalah orang yang memiliki tingkat kecemasan yang tinggi, sebaiknya jaga pikiran Anda agar tetap tenang. Dengan demikian baik gagap ataupun latah karena cemas dapat teratasi dengan baik.
(vit/vit)











































