Alat Kelamin Pria, Kata yang Paling Sering Disebut Saat Latah

Ulasan Khas Latah

Alat Kelamin Pria, Kata yang Paling Sering Disebut Saat Latah

- detikHealth
Rabu, 03 Jul 2013 17:43 WIB
Alat Kelamin Pria, Kata yang Paling Sering Disebut Saat Latah
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Apakah Anda atau orang di sekitar Anda latah? Kata apa yang paling sering disebut pada saat latah? Ternyata menurut survei kecil-kecilan, alat kelamin pria adalah kata yang paling sering disebut pada saat seseorang latah.

Berdasarkan survei yang dilakukan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) belum lama ini dengan melibatkan 53 orang (laki-laki 45 orang, perempuan 8 orang), organ genital pria menduduki posisi pertama kata latah yang paling sering disebutkan.

Survei tersebut disampaikan dalam Plenary Lecture: 'Latah' in South East Asia, Pagelaran the 8th Malaysia Indonesia Brunei Medical Sciences Conference yang diselenggarakan FKUI, di ruang Apung, Perpustakaan Pusat UI, Kampus Depok, Jawa Barat, pada 27 Juni lalu oleh Dr. dr. Martina Wiwie S. Nasrun, SpKJ(K).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut ini daftar kata-kata yang paling sering disebut pada saat latah, menurut survei tersebut:

1. Organ genital pria
2. Ayam
3. Kodok
4. Monyet
5. Copot-copot
6. Kata-kata kutukan (cursing: mampus, mati, gila, dan lain-lain).

detikHealth juga membuat survei serupa, dan mendapatkan hasil yang tidak jauh berbeda. Dari sekitar 20 pembaca detikHealth, 40 persen orang yang latah di sekitarnya menyebut organ genital pria. Berikut ini daftar lengkapnya:

1. Organ genital pria: 40 persen
2. Ayam: 10 persen
3. Mengikuti ucapan orang lain: 10 persen
4. Monyet: 10 persen
5. Eh copot-copot: 5 persen
6. Mati gue: 5 persen
7. Apaan tuh: 5 persen
8. Kodok: 5 persen
9. Kambing: 5 persen
10. Mengikuti suruhan orang lain: 5 persen.

"Kasihan, ada teman yang latahnya menirukan orang lain. Suatu kali dia kaget karena digonggong anjing, eh dia ikut menggonggong. Jadi dia dan anjing saling menggonggong," ujar Tere, salah satu pembaca detikHealth.

Berdasarkan survei mahasiswa UI, orang yang mengalami latah berdasarkan etnis, di peringkat 1 adalah Jawa. Disusul Betawi, Sunda, dan suku lainnya. Sementara itu 34 persen orang latah karena memiliki keluarga yang latah. Penelitian tersebut menyebut perempuan lebih banyak latah ketimbang laki-laki. Diketahui pula lama mengalami latah 1-35 tahun, dan rata-rata umur 14 tahun sudah latah.

"Trigernya kebanyakan karena kaget. Dan 100 persen tidak ada yang mencari pengobatan. Ini bukan menyebar seperti infeksi tetapi menjadi trend pada anak muda yang berbeda dan berlawanan dengan apa yang terjadi pada usia menengah atas," kata dr Martina.

Psikolog Ratih Zulhaqi M.Psi menjelaskan perempuan lebih banyak latah ketimbang laki-laki, karena ada kemungkinan perempuan lebih menggunakan emosi. Mengingat kecemasan berada di ranah emosi, jadi lebih gampang mengadopsi latah untuk menjadi perilaku.

"Kalau laki-laki lebih banyak menggunakan logika sehingga tidak mudah kena latah, kecuali yang tipikal 'flamboyan'," kata Ratih dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Rabu (3/7/2013).

Kalau dilihat dari suku, di mana menurut survei mahasiswa UI orang Jawa berada di peringkat pertama latah, mungkin karena perempuan jawa lebih 'nerimo' sehingga bisa jadi memiliki tingkat kecemasan tinggi. "Tetapi memiliki kecemasan tinggi juga belum tentu akan jadi latah," ucap Ratih.


(vit/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads