Saat Berbuka Jangan Kalap Jika Tak Ingin Sakit Perut

Puasa Sehat Tanpa Sakit Perut

Saat Berbuka Jangan Kalap Jika Tak Ingin Sakit Perut

- detikHealth
Rabu, 10 Jul 2013 18:15 WIB
Saat Berbuka Jangan Kalap Jika Tak Ingin Sakit Perut
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Memang tidak mudah untuk mengubah pola makan di hari-hari pertama bulan puasa. Kadang saking tidak kuatnya menahan lapar, seseorang lupa diri saat tiba waktunya berbuka. Makanan apa saja yang tersedia, langsung disantap begitu saja.

Hal yang sama juga dialami oleh Dian (27 tahun), karyawan swasta di Jakarta pada bulan puasa tahun lalu. Bersama rekan-rekan sekantor, pria ini berniat untuk buka bersama di restoran Padang. Begitu adzan berkumandang, seperti biasa diseruputnya teh manis untuk membatalkan puasa.

Karena sudah menunggu lama, Dian dan juga rekan-rekannya yang lain langsung menyantap berbagai hidangan yang tersaji di meja. Seketika memang terasa kenyang, namun derita itu datang malam harinya. Perut melilit-lilit dan berlanjut dengan mencret keesokan harinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa yang dialami oleh Dian adalah salah satu dampak dari perilaku makan yang kalap saat berbuka puasa. Sebagian orang mengistilahkannya balas dendam, yakni makan sebanyak-banyaknya untuk menebus rasa lapar yang ditahan-tahan selama seharian.

Dalam kondisi perut kosong seharian, metabolisme tubuh tentunya berjalan lebih lambat dari biasanya. Saat tiba waktunya berbuka, seharusnya perut diberi kesempatan untuk beradaptasi dengan makanan sebelum dipaksa untuk makan makanan yang berat.

Minuman dan makanan manis yang mengandung gula sederhana cocok untuk mengawali menu berbuka. Teh manis dan kurma misalnya, kandungan gulanya cukup untuk memulihkan tubuh dari kondisi hipoglikemia atau kekurangan gula darah selama tidak makan seharian.

Makan berat sampai benar-benar kenyang memang tidak dilarang, namun hendaknya diberi jarak. Sehabis berbuka, makan dulu secukupnya lalu bisa dilanjutkan lagi setelah tarawih jika memang masih dibutuhkan. Tentunya akan lebih baik jika tidak berlebihan karena puasa juga bisa menjadi momen untuk membatasi asupan kalori bagi yang ingin melangsingkan tubuh.

Yang jelas, balas dendam untuk urusan makan tentu tidak dianjurkan saat berbuka puasa. Konsultan saluran cerna dari Universitas Indonesia, dr Ari Fahrial Syam, SpPD, K-GEH mengatakan hikmah sehat saat berpuasa tidak akan didapat dengan perilaku seperti itu.

"Hindari balas dendam. Sebenarnya kalau puasanya benar-benar, kebutuhan sembako harusnya menurun. Bukan malah naik di bulan puasa," kata dr Ari dalam perbincangan dengan detikHealth, seperti ditulis pada Rabu (10/7/2013).


(up/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads