Rabu, 14 Agu 2013 13:03 WIB

Sehat Memilih Alas Kaki

Jangan Asal Mahal, Pertimbangkan Ini Saat Beli Sepatu Lari

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Ilustrasi/ Thinkstock Foto: Ilustrasi/ Thinkstock
Jakarta - Saat memakai sepatu hendaknya disesuaikan dengan peruntukannya. Misalnya jika Anda ingin olahraga lari, maka kenakanlah sepatu lari. Lalu seperti apa sepatu lari yang baik? Apakah sepatu lari yang mahal sudah pasti baik?

"Sepatu harganya bervariasi dari yang murah sekali sampai mahal sekali juga ada. Sepatu untuk prestasi pastinya ada teknologi baru atau ada semacam gel yang dimasukkan. Selain itu nggak mudah membuatnya karena butuh penelitian. Bahan-bahan juga mahal, sehingga ada sepatu baru yang muncul dan harganya lebih mahal," kata dr Michael Triangto, SpKO dari RS Mitra Kemayoran saat dihubungi detikHealth dan ditulis pada Rabu (14/8/2013).

Namun dr Michael menegaskan sepatu lari yang aman dan nyaman tidak selalu yang harganya paling mahal. Sepatu yang mahal tentu ada nilainya dan itu tergantung dari setiap orang.

"Sebaiknya jangan hanya melihat harganya saja. Ada kisah nyata bahwa salah satu atlet kita baru saja jadi juara sehingga ditawari hadiah berupa sepatu yang paling mahal. Lalu dibelilah sepatu modis mahal yang modelnya mirip sepatu olahraga, kemudian dipakai dan jadilah cedera," terangnya.

Saat memilih sepatu lari, seharusnya setiap orang mencocokkan sepatu dengan varian kakinya masing-masing. Apalagi saat ini beberapa merek sepatu sudah menyediakan beberapa sole in yang sesuai varian kaki. Ada juga sepatu yang tidak umum tapi tetap dipakai, karena sole in-nya sudah diganti sendiri.

"Sekarang ini banyak orang yang beli sepatu karena banyak dipakai atlet cabang olahraga tertentu. Tapi bisa saja semua atlet pakai sepatu tersebut karena dibayar sponsor tapi kemudian banyak yang cedera," lanjut dr Michael.

Dia menambahkan, jika sepatu yang dijajal terasa enak dan nyaman maka itu sebaiknya yang dipilih. Sebaliknya, jika terasa sakit saat dipakai, sebaiknya dihentikan pemakaiannya.

"Mungkin hari ini pakai sepatu tidak terasa sakit tapi sakitnya baru terasa besoknya. Apalagi pilih sepatu yang kurang pas ukurannya dan berpikir besok tidak akan sakit, itu sebenarnya yang menyesuaikan kakinya, bukan sepatunya. Jadinya dipaksakan, sudah beli sepatu mahal-mahal sayang tidak dipakai dan akhirnya bisa menimbulkan cedera jangka panjang," ucap dr Michael.

Sementara itu Kid's Foot Rehabilitation Center RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, dr Meidy H Triangto, Sp.KFR menyarankan agar memilih sepatu yang ringan dan lentur supaya lebih memudahkan toe off.

"Jangan juga gunakan sandal jepit atau sepatu sandal untul lari. Untuk out sole pilih yang tidak licin dan licin atau tidaknya out sole ini juga tergantung dari permukaan tempat berlari," kata dr Meidy yang merupakan istri dari dr Michael ini.

(vit/vit)
News Feed