Rabu, 21 Agu 2013 16:06 WIB

Terapi Kesehatan dengan Binatang

Undur-undur Ampuh Obati Diabetes, Benarkah?

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Dian/detikHealth Foto: Dian/detikHealth
Jakarta - Sutiman (53) sudah lima tahun berjualan undur-undur. Konon undur-undur mampu mengobati sejumlah penyakit, misalnya saja diabetes. Itulah yang memotivasi Sutiman menjual hewan kecil tersebut.

Kiriman undur-undur ia dapat dari Subang dengan harga Rp 250. Lalu ia jual undur-undur itu Rp 500 per ekornya. Menurut lelaki berperawakan gempal ini, sehari ia bisa menjual 200 ekor undur-undur.

Terkait kabar undur-undur yang bisa mengobati diabetes, ternyata kabar ini bukan hal baru bagi warga di Karimunjawa, Jawa Tengah.

Masyarakat Kepulauan Karimunjawa secara tradisional telah memanfaatkan undur-undur (Myrmeleon sp.) sebagai obat penurun gula darah dengan menggunakan pisang sebagai campurannya. Mungkin karena biaya pengobatan yang mahal, akhirnya pengobatan alternatif dengan memanfaatkan undur-undur dijadikan pilihan.

Nah, benarkah undur-undur darat mampu mengatasi diabetes? Tyas Kurniasih dkk dari Fakultas Biologi UGM pun melakukan penelitian manfaat undur-undur, pisang, dan campuran keduanya terhadap diabetes. Penelitian dilakukan dengan rancangan acak lengkap menggunakan 30 ekor tikus putih jantan galur wistar umur 2 -2,5 bulan dengan berat 150 - 250 g, dibagi menjadi 6 kelompok yakni 1 kelompok normal dan 5 kelompok hiperglikemik dengan pemberian aloksan 125 mg/kg berat badan tikus.

Kemudian tikus-tikus itu diberi jus undur-undur dengan dosis 0,01 ml/200g bb tikus. Diberikan juga jus pisang ambon dengan dosis 1,26 ml/200 g bb tikus. Campuran undur-undur+pisang ambon dengan dosis yang sama juga diberikan dengan perlakuan pertama dan kedua, serta larutan glibenklamida dosis 0,378 mg/200g bb tikus (sebagai kontrol positif) selama 35 hari secara oral.

Nah, kadar glukosa darah pada tikus diukur setiap 7 hari sampai hari ke 35 dengan metode spektrofotometri. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dan uji LSD pada taraf kepercayaan 95 persen. Di akhir penelitian, Tyas Kurniasih dkk menyimpulkan bahwa pemberian jus undur-undur mampu menurunkan secara nyata (p<0,05) kadar glukosa darah tikus hiperglikemik setelah 14 hari perlakuan.

Sementara itu menurut dr H Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP , staf pengajar di FKUI dan Staf divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSUPNCM, secara medis pengobatan dengan undur-undur belum dikenal. Jika gula darah sedang tinggi maka yang perlu dilakukan adalah mengontrol makan dan minum obat yang diresepkan dokter.

"Prinsipnya diabetes itu tidak bisa sembuh tapi bisa terkontrol. Untuk pengobatan seperti itu tidak dianjurkan terutama bagi pasien diabetes nanti gula darahnya tidak terkontrol, bisa berakibat fatal atau sampai cuci darah itu. Sedangkan, obat-obat tersebut belum tentu dan belum terbukti bisa mengobati," kata dr Ari.

(vit/vit)
News Feed