"Saat telur cacing misalnya tak sengaja tertelan, maka ia akan menetas di lambung. Saat masih berukuran kecil larva tersebut bisa masuk ke pembuluh darah lalu mengalir ke jantung dan paru-paru. Pada tahap ini, banyak anak-anak batuk karena larva di paru sedang berkembang jadi dewasa," papar Prof. dr. Supargiyono, DTM&H., SU., Sp.Par(K), Kepala Bagian Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada, saat dihubungi detikHealth dan ditulis pada Rabu (25/9/2013).
Dilanjutkan oleh Prof Supargiyono, pada tahap perkembangan larva ini anak bisa saja meninggal. Tapi menurutnya risiko ini muncul bukan dari batuk yang berkepanjangannya, melainkan karena malnutrisi. Batuknya bisa dikatakan parah jika sudah berkembang menjadi bronkhitis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi infeksi di paru-paru bisa juga muncul akibat sindrom Loeffler. Sindrom Loeffler merupakan sekumpulan gejala yang terdiri dari infiltrasi sel eosinofil dalam paru-paru yang bersifat sementara, seperti batuk dan sesak napas menyerupai asma. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi cacing Ascaris.
Diagnosis sindrom Loeffler sulit ditegakkan dengan pasti, namun biasanya bisa diketahui melalui gambaran Rontgen. Dari gambaran Rontgen akan dilihat bayangan infiltrat dalam paru-paru yang cepat meluas untuk kemudian menghilang dalam waktu kurang lebih 3 minggu. Namun penyakit ini biasanya sembuh dengan sendirinya dalam waktu kurang lebih 3 minggu.
(ajg/)










































