Deta mengaku akan melepas kacamata minusnya bila terasa ada yang tidak nyaman di matanya, yang ia deskripsikan sebagai rasa pegal. Ia tetap melanjutkan pekerjaannya mengetik di komputer meski dengan penglihatan agak kabur, dan baru akan memakai kacamatanya kembali setelah lupa dengan rasa pegalnya.
Selama ini, Deta sendiri sebenarnya tidak yakin bagian mana yang terasa pegal saat mengenakan kacamata. Sudah ada hidung yang menahan kacamata, jadi tidak mungkin tangannya yang pegal karena ia tidak harus memegangi agar kacamatanya tidak melorot.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pakar oftalmologi komunitas dari RS Cicendo, Bandung, dr Nina Ratnaningsih, SpM, MSc (CEH) mengatakan tidak seharusnya kacamata minus membuat mata menjadi pegal. Sebaliknya, kacamata justru membuat lensa mata menjadi lebih rileks dalam mengatur fokus.
"Pegel itu biasanya bukan pada penglihatannya, tetapi karena frame-nya. Kalau penglihatan, dengan kaca mata seharusnya malah menjadi lebih rileks," kata dr Nina dalam perbincangan dengan detikHealth, seperti ditulis pada Rabu (30/10/2013).
Frame atau bingkai kacamata yang terlalu kecil misalnya, akan menjepit pelipis terlalu erat sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman. Juga bahan tertentu seperti logam, kadang memicu reaksi alergi yang juga terasa tidak nyaman pada kulit pemakainya.
Lagi-lagi, Deta tidak yakin ada masalah dengan bingkai kacamata yang dikenakannya. Ia pun akhirnya menyerah dan menyimpulkan bahwa rasa pegal yang dirasakannya hanyalah 'state of mind', hanya ada di pikirannya saja. Sejak itu, ia yakin tidak perlu melepas kacamatanya lagi.
(up/vit)











































