Mainan Pengasah Kreativitas untuk Bayi 0-2 Tahun

Asah Kreativitas dengan Mainan

Mainan Pengasah Kreativitas untuk Bayi 0-2 Tahun

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Rabu, 20 Nov 2013 09:06 WIB
Mainan Pengasah Kreativitas untuk Bayi 0-2 Tahun
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta -

Beda usia, beda juga mainan pengasah kreativitasnya. Jika Anda memiliki anak usia 0-2 tahun, sebaiknya ajak anak Anda untuk melakukan permainan yang lebih merangsang sensor motoriknya.

"Misalnya mainan yang bisa dia cium, ada aromanya, yang meilibatkan keseimbangan, atau dengan main cilukba, tepuk tangan di belakang dia sehingga dia nyari di mana sumber suara itu, itu bisa," kata psikolog anak dan keluarga RS Pondok Indah, Roslina Verauli M.Psi, saat dihubungi detikHealth dan ditulis pada Rabu (20/11/2013).

Menurut psikolog Tika Bisono MPsiT.,Ps, mainan yang diberikan untuk anak 0-2 tahun tergantung dari motoriknya, "Kalau untuk motorik kasar berarti barangnya gede-gede, itu untuk 0-2 tahun," ucapnya dalam kesempatan terpisah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disampaikan dr Jenni K. Dahliana, SpA, dokter spesialis anak dalam acara Soft Opening Klinik Tumbuh Kembang Anak Ruwivito Harun Evasari (RHE) beberapa waktu lalu, untuk mengoptimalkan pertumbuhan sel saraf pada otak bayi, dibutuhkan 3 faktor yang saling melengkapi, yaitu fisik, kasih sayang dan stimulasi dini. Kebutuhan fisik dapat dipenuhi dari asupan nutrisi yang mempengaruhi pertumbuhan sel otak. Kebutuhan kasih sayang berfungsi mempengaruhi kemandirian dan kecerdasan emosi. Sedangkan stimulasi dini bermanfaat untuk merangsang seluruh indra anak.

Praktiknya, stimulasi dini dilakukan dengan cara memberikan permainan kepada anak sesuai dengan tingkatan umurnya. Lebih lanjut lagi, dr Jenni memaparkan tingkatan permainan yang dapat diberikan adalah sebagai berikut:

Untuk bayi 0 - 3 bulan, permainan yang bisa diberikan adalah dipeluk atau digendong, menatap mata bayi, diajak senyum dan bicara atau bernyanyi, digulingkan kanan kiri saat telentang atau tengkurap dan dirangsang memegang mainan.

Ketika bayi berusia 3 - 6 bulan, permainan ditambah dengan permainan cilukba, permainan melihat wajah di cermin, dan dirangsang tengkurap atau telentang bolak-balik.

Ketika menginjak usia 6 - 9 bulan, permainan ditambah dengan memanggil namanya, diajak salaman atau tepuk tangan, dibacakan dongeng dan dirangsang duduk serta berdiri berpegangan.

Menginjak usia 9 - 12 bulan, permainan ditambah dengan mengulang kata mama-papa, memasukkan mainan ke dalam wadah, minum dari gelas, bermain bola dan dilatih berdiri atau jalan berpegangan.

Menginjak usia 12 - 18 bulan, permainan ditambah dengan permainan mencorat-coret, menyusun kubus, menyebut nama atau bagian badan, bermain imajinatif dan permainan untuk melatih kemampuan motorik.

Menginjak usia 18 - 24 bulan, permainan ditambah dengan menyebut benda di sekitarnya, mengajak bicara mengenai kegiatan sehari-hari, permainan menggambar garis, serta dilatih mencuci tangan dan memakai pakaian.

Dipaparkan dr Jenni, permainan yang diberikan pada bayi ini tidak boleh digantikan fungsinya dengan TV ataupun vieo sebab stimulasinya bersifat pasif sehingga tidak merangsang minat bicara bayi. Selain itu, TV dan video terkadang mengandung banyak unsur negatif seperti agresivitas, kekerasan dan penggunaan bahasa yang kurang mendidik.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads