Tak Hanya Lewat Mainan, Kreativitas Juga Bisa Diasah dengan Cara Ini

Asah Kreativitas dengan Mainan

Tak Hanya Lewat Mainan, Kreativitas Juga Bisa Diasah dengan Cara Ini

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Rabu, 20 Nov 2013 17:04 WIB
Tak Hanya Lewat Mainan, Kreativitas Juga Bisa Diasah dengan Cara Ini
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Setiap anak dilahirkan dengan talenta yang berbeda-beda, tapi hal itu mungkin takkan muncul jika orangtua tak pandai mendorong anaknya agar bisa kreatif. Salah satu sarana yang paling banyak dipakai orangtua untuk membentuk anaknya jadi kreatif adalah dengan mainan. Padahal sebenarnya ada cara lain untuk mengasah kemampuan ini.

Menurut psikolog anak dan keluarga dari RS Pondok Indah Jakarta, Roslina Verauli, M.Psi., orangtua perlu membuat pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya variatif, bantu anak untuk berpikir secara divergen.

"Jangan kasih pertanyaan yang jawabannya satu dan pasti misal satu tambah empat berapa? pasti enam jawabnya. Kalo bisa ubah pertanyaannya, enam itu sama dengan berapa ya? Bisa dua tambah empat, satu tambah lima, tiga tambah tiga kan. Atau warna-warna apa sih yang ada unsur kuningnya, kan macem-macem tuh. Intinya pertanyaan yang punya jawaban alternatif," tuturnya kepada detikHealth, seperti ditulis Rabu (20/11/2013).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bisa juga dengan sering-sering mengajak anak untuk berinteraksi dengan alam, tepatnya melakukan kegiatan di alam terbuka seperti backpacking dan mendaki gunung. Menurut sebuah studi, backpacking atau beraktivitas di alam terbuka selama empat hari tanpa memanfaatkan laptop, iPhone atau perangkat berteknologi tinggi lainnya disinyalir dapat meningkatkan kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah secara kreatif hingga 50 persen.

Lebih mendasar lagi ada sebuah studi yang menyatakan jika kreativitas dapat terbentuk jika orangtua menciptakan suasana hati (mood) yang positif pada anak, salah satunya dengan meditasi. Barangkali untuk sementara meditasi lebih memungkinkan jika dilakukan oleh orang dewasa, namun yang jelas anak yang mood-nya dibuat selalu bahagia cenderung lebih kreatif daripada anak yang dibikin uring-uringan terus oleh orangtua atau lingkungan di sekitarnya.

"Didapatkan fakta bahwa orang-orang dengan suasana hati bahagia atau positif lebih mampu meningkatkan kreativitas dibanding orang yang sedang sedih atau netral (tidak sedih tapi juga tidak senang)," ujar peneliti Ruby Nadler dari University of Western Ontario, Kanada.

Hampir serupa dengan meditasi, cara lain yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kreativitas pada anak-anak maupun orang dewasa adalah dengan menutup mata. Kondisi ini akan menghindarkan sinyal-sinyal atau gangguan dari luar sehingga membuat seseorang berada dalam sensitivitas penuh dan kondisi semacam itu terbukti dapat meningkatkan kreativitasnya.

(/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads