Rabu, 20 Nov 2013 18:02 WIB

Asah Kreativitas dengan Mainan

Ini Plus Minusnya Bermain Game Digital bagi Anak

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock) Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Jangan dikira memberi tablet atau smartphone kepada anak agar mereka sibuk bermain game digital dan tak rewel itu merupakan keputusan yang bijak. Kecenderungan ini kian meluas belakangan dan ternyata terbukti berdampak negatif terhadap kondisi fisik dan mental si anak.

Lalu apa dampak negatif game digital terhadap anak? Managing director PT Faber-Castell International Indonesia, Yandramin Halim memaparkan, penggunaan digital games yang tidak dalam pengawasan bisa menimbulkan kecanduan. "Memang enak ya pakai tab atau smartphone, dikasih ke anak terus dia bisa anteng. Tapi orang tua harus memberi pengawasan yang tepat, batasi jam anak bermain gadget," kata Halim kepada detikHealth, seperti ditulis Rabu (20/11/2013).

Halim juga menyebutkan hasil penelitian di Inggris yang mengungkapkan bahwa anak dan remaja yang keseringan main gadget dengan posisi yang tidak benar mengalami gangguan pertumbuhan tulang belakang. "Kenapa? Karena dia sudah keasyikan," imbuhnya.

Yang paling ditakutkan Halim adalah jika anak sudah memasuki tahap addict alias kecanduan tadi. "Coba ganggu anak yang lagi main, mereka bisa agresif karena mereka merasa 'dipaksa' keluar dari dunianya saat itu," terangnya. Belum lagi paparan cahaya yang berlebihan dari gadget pada anak dapat menyebabkan si anak jadi kurang tidur dan mudah lelah. Kecanduan bermain game juga pasti mengganggu aktivitasnya yang lain seperti belajar.

Untuk itu, Halim menyarankan agar orang tua senantiasa mendampingi anak-anaknya sedini mungkin saat bermain game digital. Ini juga termasuk membatasi waktu bermain game, dan yang terpenting menumbuhkan minat lain misalnya membaca, mewarnai, atau membuat kerajinan tangan kepada anak sejak dini.

Sebuah studi di Amerika pun mengamini hal ini dengan menemukan fakta bahwa anak yang frekuensi bermain game digitalnya lebih banyak daripada anak-anak lainnya adalah anak yang kurang mendapatkan perhatian orang tua atau orangtuanya terlalu cerewet. Ini berarti orangtua memang memegang peranan penting dalam mencegah dampak negatif game digital terhadap anak-anaknya.

Namun apabila dipergunakan secara bijak, video game juga bisa meningkatkan kondisi kesehatan. Misalnya jika seseorang sedang merasa stres karena banyak pikiran atau masalah, risiko depresi bisa dikurangi dengan melampiaskan kepenatan tersebut saat bermain game.

Bahkan studi lain menyatakan exergames atau video game yang mengandalkan aktivitas fisik pemainnya dapat mencegah kegemukan pada anak, karena menggunakan konsol sebagai alat permainan.

Mungkin sulit untuk membangun kebiasaan berolahraga pada anak, sehingga bermain game dapat dijadikan alternatif agar anak lebih banyak bergerak. Pilihlah video game yang memutar video pertandingan dan olahraga, tetapi yang tidak dikendalikan dengan joystick melainkan konsol, sehingga anak lebih banyak bergerak.





(vit/vit)