Saat 'Tamu Bulanan' Datang Terlambat

Haid dan Permasalahannya

Saat 'Tamu Bulanan' Datang Terlambat

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Rabu, 08 Jan 2014 07:35 WIB
Saat Tamu Bulanan Datang Terlambat
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta -

Haid atau menstruasi adalah suatu proses alamiah siklus reproduksi wanita yang tidak hamil. Normalnya hal ini terjadi setiap bulan, karena itulah disebut sebagai 'tamu bulanan'. Namun pada kondisi tertentu, si 'tamu bulanan' juga bisa datang terlambat.

Haid merupakan tanda bahwa fungsi reproduksi wanita berjalan lancar. Haid pada wanita normal sekitar 21-35 hari dengan variasi sekitar 2-3 hari tiap siklusnya.

"Proses terjadinya haid adalah proses koordinasi rumit antara dua organ otak (Hipotalamus dan Hipofisis) dan akhirnya mengeluarkan FSH (Follicle Stimulating Hormone), yang akan diterima oleh ovarium (Indung telur) untuk melakukan perkembangan folikel. Folikel yang berkembang ini akan memproduksi estrogen yang berfungsi untuk mengembangkan endometrium (lapisan sisi dalam rahim)," jelas dr Hari Nugroho, SpOG, dari Departemen Obstetri dan Ginekologi RS dr Soetemo, Surabaya, saat dihubungi detikHealth, Rabu (8/1/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengaruh estrogen mengakibatkan endometrium semakin menebal. Sampai sekitar 7-21 terhitung setelah mens pertama atau 14 hari sebelum mens selanjutnya, folikel yang berkembang tadi akan semakin besar dan akhirnya meletus. Peristiwa meletusnya folikel atau yang dikenal dengan ovulasi ini akan melepaskan oosit (sel telur).

Lepasnya oosit akan ditangkap oleh tuba falopii (saluran telur pada rahim) dan dibawa ke dalam rahim. Proses perjalanan adanya oosit dalam tuba falopi hingga rahim inilah yang disebut masa subur, dalam artian apabila ada spermatozoa laki-laki bertemu dengan oosit ini akan terjadi kehamilan.

Bekas letusan oosit di dalam ovarium akan memproduksi progesteron yang merangsang endometrium menjadi 'bantalan' yang nyaman untuk terjadinya perekatan janin hasil bertemunya spermatozoa dan oosit tadi. Sedangkan apabila tidak terjadi kehamilan, maka hormon estrogen dan progesteron akan semakin habis, akhirnya tidak ada yang mempertahankan endometrium, perlahan-lahan endometrium lepas, proses pelepasan ini mengakibatkan perdarahan, proses ini kita kenal sebagai menstruasi.

Apabila kehamilan terjadi, maka estrogen dan progesteron tubuh ibu digantikan oleh estrogen dan progesteron yang diproduksi oleh bayi, sehingga tidak terjadi menstruasi.

Haid merupakan tanda bahwa fungsi reproduksi wanita berjalan lancar. Ketidakteraturan haid bisa disebabkan salah satu dari komponen diatas. Bila haid lancar, 95 persen terjadi ovulasi, berarti wanita tersebut subur dan begitu juga sebaliknya.

Menurut dr Hari, penyebab terbesar keterlambatan haid pada wanita usia subur adalah karena kehamilan. Apabila dipastikan bukan suatu kehamilan, maka salah satu komponen di atas bisa mempengaruhi.

Misalnya dari jalur otak, hantaran terjadinya pengeluaran hormon-hormon untuk merangsang sangat dipengaruhi oleh keadaan otak. Tidak jarang wanita yang sedang stres secara psikologis akan menghambat rangsangan ini dan akhirnya tidak haid. Dari jalur hormonal yang terbanyak adalah karena tingginya hormon estrogen, penyebab utama terbesar adalah obesitas alias kegemukan.

Nah, ulasan khas detikHealth pada Rabu ini adalah tentang haid dan permasalahannya. Akan dibahas antara lain seputar mitos haid, ciri-ciri menstruasi yang normal, dan soal nyeri yang dialami perempuan kala menstruasi datang. Selamat membaca!

(mer/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads