Secara umum gangguan menstruasi atau dikenal di dunia medis sebagai AUB (Abnormal Uterine Bleeding) bisa disebabkan karena berbagai faktor, mulai dari kelainan anatomi, gangguan hormon atau penggunaan obat tertentu.
Berikut penyebab gangguan menstruasi yang dijelaskan beberapa dokter spesialis kandungan kepada detikHealth, Rabu (8/1/2014):
1. Faktor psikis
|
|
Sedangkan menurut dr Hari Nugroho, SpOG, penyebab terbesar keterlambatan haid pada wanita usia subur adalah karena kehamilan. Apabila dipastikan bukan suatu kehamilan, maka salah satu komponen diatas bisa mempengaruhi.
"Misalnya dari jalur otak, hantaran terjadinya pengeluaran hormon-hormon untuk merangsang sangat dipengaruhi oleh keadaan otak. Tidak jarang wanita yang sedang stres secara psikologis akan menghambat rangsangan ini dan akhirnya tidak haid," jelas dr Hari, dokter kandungan RS dr Soetemo, Surabaya.
2. Faktor usia
|
|
3. Polycystic Ovary (PCO)
|
|
"Biasanya kalau sampai berbulan-bulan itu PCO, jadi sel telurnya tidak pecah-pecah, akibatnya tidak terjadi ovulasi. Ini nanti makin lama lapisan dalam rahimnya semakin tebal. Sebaiknya diperiksakan ke dokter untuk memastikan. Kalau hanya dikira-kira saja ya tidak bisa," tutur dr Frizar Irmansyah, SpOG (K), dokter kandungan dari Rumah Sakit Pusat Pertamina.
4. Hormonal dan kegemukan
|
|
Dijelaskan dr Hari, pada wanita gemuk lemak di bawah kulit ikut memproduksi estrogen. Estrogen pada wanita normal hanya diproduksi oleh indung telur dan mestinya kadarnya menurun pada akhir siklus menstruasi sehingga terjadi menstruasi. Namun pada wanita gemuk justru malah akan mempertahankan endometrium, sehingga tertunda haidnya.
Faktor lain adalah bahan baku estrogen, estrogen adalah salah satu hormon dengan bahan baku lemak, kadar lemak yang terlalu rendah dalam tubuh, sering terjadi pada atlet overtrained, akan mengakibatkan estrogen tidak bisa terbentuk, akhirnya menstruasi tidak terjadi.
5. Kelainan anatomi dan non-anatomi
|
|
Gangguan menstruasi juga bisa terjadi karena faktor non anatomi, seperti faktor pembekuan darah, fungsi hormonal, pemakaian kontrasepsi, dsb.
Halaman 2 dari 6











































