"Ya bisa juga seperti itu. Jadi kan ketika hamil dan melahirkan itu ada sebuah periode perubahan atau istirahat pada hormon tubuh wanita. Selama 8-9 bulan hamil hormon yang biasa bekerja saat haid berubah menjadi hormon yang disiapkan untuk melahirkan. Nah, ketika proses istirahat itu selesai, belum tentu bisa kembali seperti semula atau jumlahnya sama persis seperti saat sebelum hamil atau melahirkan," ujar dr M. Nurhadi Rahman, SpOG, saat berbincang dengan detikHealth, Rabu (8/1/2014).
Dokter yang berpraktik di RSUP Sardjito dan RS JIH Yogyakarta ini menambahkan kondisi tubuh saat hamil dan usai melahirkan akan mempengaruhi kinerja hormon itu sendiri. Jika sebelumnya ada efek nyeri, maka setelah melahirkan nyerinya akan berkurang. Bahkan perempuan yang biasanya mengeluh kram saat haid juga bisa menjadi tidak kram.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, yang perlu diingat adalah bila ada perempuan yang sering mengalami kram biasa kemudian usai kelahiran anak pertama nyerinya berkurang, bisa saja di kelahiran anak keduanya justru kembali nyeri. "Semuanya karena faktor hormonal yang tadi," ucap dr Nurhadi.
Sementara itu menurut dr Hari Nugroho, SpOG dari Departemen Obstetri dan Ginekologi RS dr Soetemo, Surabaya, pada penderita endometriosis, nyeri haid seringkali berkurang setelah melahirkan. Hal ini terjadi karena pada saat tidak hamil, tubuh mengeluarkan hormon estrogen dan progesteron yang selain merangsang endometrium di sisi dalam rahim juga merangsang endometrium di luar (endometriosis). Perlu diketahui, jika endometriosis semakin tumbuh maka nyeri semakin hebat.
"Pada kehamilan, tubuh perempuan berhenti merangsang endometrium (karena ada kehamilan, siklus mens berhenti). Tidak terangsangnya endometriosis di luar ini bisa mengakibatkan endometriosis mengecil hingga menghilang, sehingga sering nyeri haid ini berkurang hingga menghilang setelah kehamilan," terang dr Hari.
Sedangkan dr Aryando Pradana, SpOG dari RSIA Bunda Menteng dan Klinik Bayi Tabung - Morula IVF Clinic Jakarta menekankan jika seorang perempuan mengeluhkan nyeri haid sebaiknya dipastikan dulu penyebabnya. "Kalau memang karena kista masih bisa terjadi nyerinya meskipun sudah menikah atau melahirkan," ucapnya.
(/)











































