1. Injak jempol bisa bikin haid menular
|
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Pada siklus menstruasi terjadi komunikasi hormonal dari otak (hipotalamus – hipofisis bagian depan) dengan kandung telur (ovarium) dengan target organnya adalah rahim. Prosesnya berjalan secara siklik, oleh sebab itu wajar jika ada interval antar haid. Darah haid tidaklah menular.
"Mitos termasuk menginjak jempol wanita yang sedang haid bisa ketularan itu tidak dapat dibuktikan kebenarannya secara ilmiah, hanya keyakinan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan," ujar dr Irfan.
Sependapat dengan dr Irfan, dr Frizar Irmansyah SpOG(K), spesialis kebidanan dan kandungan dari Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) juga mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya menginjak jempol bisa menularkan haid hanyalah masalah psikis dan sugesti saja.
"Karena pada dasarnya memang haid itu sangat dipengaruhi oleh psikis. Misalnya wanita itu lagi punya konflik, baru diputusin pacar, mau ujian, ada masalah dengan orang tua, itu pasti haidnya akan bermasalah. Bukan karena jempolnya diinjak," terang dr Frizar.
2. Minum soda memperlancar haid
|
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Sementara itu, dr Frizar mengungkapkan bahwa yang penting dari haid adalah keteraturan jadwal, bukan sekadar lancar atau tidaknya. "Selama wanita itu gaya hidupnya bagus dan pola makannya sehat, pasti akan lancar sendiri tanpa dengan minum soda. Tidak berpengaruh kok," tutur dr Frizar.
3. Minum es bisa bikin darah haid membeku
|
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
"Tidak benar itu, tidak ada korelasinya sama sekali. Darimana hubungannya minum es bisa bikin darah haid beku," tegas dr Frizar.
4. Keramas bikin haid mampet
|
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Dilansir livinghealthy360.com, peneliti dari Brown University menganjurkan wanita untuk menghindari makanan berlemak selama periode haid, terutama yang sarat dengan lemak jenuh dan lemak trans, seperti kentang goreng dan produk makanan cepat saji lainnya. Selain melancarkan haid, mengurangi makanan berlemak juga membantu mengurangi kram dan mengurangi retensi air.
5. Menggaruk kulit saat haid picu stretch mark
|
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
"Garuk-garuk saat haid bikin kulit strech mark? Tidak kok, itu cuma mitos," ujar dokter yang dulu pernah menjabat sebagai Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Muda di tahun 2010-2011.
6. Darah haid pertama bisa cegah jerawat
|
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
"Ini juga mitos, darah haid itu kan istilahnya kotor, yang sudah tak terpakai lagi berarti oleh tubuh. Ya berarti bikin kotor juga kalau dikenakan ke kulit kan?" tutur dokter yang aktif 'berkicau' di akun Twitternya, @adirahmanOG.
Halaman 2 dari 7











































