Mitos Seputar Menstruasi, Haid Bisa Menular dan Tak Boleh Minum Es

Haid dan Permasalahannya

Mitos Seputar Menstruasi, Haid Bisa Menular dan Tak Boleh Minum Es

- detikHealth
Rabu, 08 Jan 2014 16:01 WIB
Mitos Seputar Menstruasi, Haid Bisa Menular dan Tak Boleh Minum Es
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

1. Injak jempol bisa bikin haid menular

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Menurut dr Irfan Mulyana Mustofa, SpOG, spesialis kebidanan dan kandungan dari RSUD Leuwiliang Bogor, haid adalah keluarnya darah dari vagina yang berasal dari peluruhan dinding rahim bagian dalam (dinding endometrium) sebagai respons terhadap rendahnya kadar hormon progesteron pada saat menjelang haid.

Pada siklus menstruasi terjadi komunikasi hormonal dari otak (hipotalamus – hipofisis bagian depan) dengan kandung telur (ovarium) dengan target organnya adalah rahim. Prosesnya berjalan secara siklik, oleh sebab itu wajar jika ada interval antar haid. Darah haid tidaklah menular.

"Mitos termasuk menginjak jempol wanita yang sedang haid bisa ketularan itu tidak dapat dibuktikan kebenarannya secara ilmiah, hanya keyakinan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan," ujar dr Irfan.

Sependapat dengan dr Irfan, dr Frizar Irmansyah SpOG(K), spesialis kebidanan dan kandungan dari Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) juga mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya menginjak jempol bisa menularkan haid hanyalah masalah psikis dan sugesti saja.

"Karena pada dasarnya memang haid itu sangat dipengaruhi oleh psikis. Misalnya wanita itu lagi punya konflik, baru diputusin pacar, mau ujian, ada masalah dengan orang tua, itu pasti haidnya akan bermasalah. Bukan karena jempolnya diinjak," terang dr Frizar.

2. Minum soda memperlancar haid

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Serupa dengan mitos sebelumnya, dr Irfan menegaskan bahwa minum air soda untuk memperlancar haid tidak bisa dibuktikan kebenarannya secara ilmiah. "Makanan dan minuman tidak mempengaruhi jalannya haid menjadi lebih cepat atau lebih lama bersihnya," ujarnya.

Sementara itu, dr Frizar mengungkapkan bahwa yang penting dari haid adalah keteraturan jadwal, bukan sekadar lancar atau tidaknya. "Selama wanita itu gaya hidupnya bagus dan pola makannya sehat, pasti akan lancar sendiri tanpa dengan minum soda. Tidak berpengaruh kok," tutur dr Frizar.

3. Minum es bisa bikin darah haid membeku

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Diungkapkan oleh dr Irfan, darah haid mengandung zat anti pembekuan darah sehingga tidak membeku, beda dengan darah pada umumnya yang keluar dari organ tubuh yang lain. Seperti misalnya darh yang diambil di lengan untuk cek darah di laboratorium. Oleh sebab itu, asumsi yang berpendapat bahwa dengan es bisa membekukan darah haid tidaklah benar.

"Tidak benar itu, tidak ada korelasinya sama sekali. Darimana hubungannya minum es bisa bikin darah haid beku," tegas dr Frizar.

4. Keramas bikin haid mampet

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
"Ini juga mitos, tidak ada hubungannya keramas dengan haid mampet. Haid mampet itu bisa terjadi kalau pola makannya tidak sehat, misalnya menjelang tanggal haid dia banyak makan makanan berlemak, asin atau pedas. Nah, yang seperti itu saja yang sebaiknya dikurangi. Di samping beberapa faktor lain seperti adanya penyakit," ujar dr Frizar.

Dilansir livinghealthy360.com, peneliti dari Brown University menganjurkan wanita untuk menghindari makanan berlemak selama periode haid, terutama yang sarat dengan lemak jenuh dan lemak trans, seperti kentang goreng dan produk makanan cepat saji lainnya. Selain melancarkan haid, mengurangi makanan berlemak juga membantu mengurangi kram dan mengurangi retensi air.

5. Menggaruk kulit saat haid picu stretch mark

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Menurut dr M. Nurhadi Rahman, SpOG, spesialis kebidanan dan kandungan dari RSUP Sardjito dan RS JIH Yogyakarta, informasi yang menyebutkan bahwa menggaruk kulit saat haid bisa memicu munculnya strech mark sama sekali tidak benar.

"Garuk-garuk saat haid bikin kulit strech mark? Tidak kok, itu cuma mitos," ujar dokter yang dulu pernah menjabat sebagai Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Muda di tahun 2010-2011.

6. Darah haid pertama bisa cegah jerawat

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Salah satu mitos populer lain terkait haid di kalangan wanita adalah bahwa darah haid dari pertama bisa membantu mencegah munculnya jerawat pada kulit. Menanggapi informasi ini, dr Nurhadi kembali menyebutkan bahwa itu sama sekali tidak benar.

"Ini juga mitos, darah haid itu kan istilahnya kotor, yang sudah tak terpakai lagi berarti oleh tubuh. Ya berarti bikin kotor juga kalau dikenakan ke kulit kan?" tutur dokter yang aktif 'berkicau' di akun Twitternya, @adirahmanOG.
Halaman 2 dari 7
Menurut dr Irfan Mulyana Mustofa, SpOG, spesialis kebidanan dan kandungan dari RSUD Leuwiliang Bogor, haid adalah keluarnya darah dari vagina yang berasal dari peluruhan dinding rahim bagian dalam (dinding endometrium) sebagai respons terhadap rendahnya kadar hormon progesteron pada saat menjelang haid.

Pada siklus menstruasi terjadi komunikasi hormonal dari otak (hipotalamus – hipofisis bagian depan) dengan kandung telur (ovarium) dengan target organnya adalah rahim. Prosesnya berjalan secara siklik, oleh sebab itu wajar jika ada interval antar haid. Darah haid tidaklah menular.

"Mitos termasuk menginjak jempol wanita yang sedang haid bisa ketularan itu tidak dapat dibuktikan kebenarannya secara ilmiah, hanya keyakinan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan," ujar dr Irfan.

Sependapat dengan dr Irfan, dr Frizar Irmansyah SpOG(K), spesialis kebidanan dan kandungan dari Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) juga mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya menginjak jempol bisa menularkan haid hanyalah masalah psikis dan sugesti saja.

"Karena pada dasarnya memang haid itu sangat dipengaruhi oleh psikis. Misalnya wanita itu lagi punya konflik, baru diputusin pacar, mau ujian, ada masalah dengan orang tua, itu pasti haidnya akan bermasalah. Bukan karena jempolnya diinjak," terang dr Frizar.

Serupa dengan mitos sebelumnya, dr Irfan menegaskan bahwa minum air soda untuk memperlancar haid tidak bisa dibuktikan kebenarannya secara ilmiah. "Makanan dan minuman tidak mempengaruhi jalannya haid menjadi lebih cepat atau lebih lama bersihnya," ujarnya.

Sementara itu, dr Frizar mengungkapkan bahwa yang penting dari haid adalah keteraturan jadwal, bukan sekadar lancar atau tidaknya. "Selama wanita itu gaya hidupnya bagus dan pola makannya sehat, pasti akan lancar sendiri tanpa dengan minum soda. Tidak berpengaruh kok," tutur dr Frizar.

Diungkapkan oleh dr Irfan, darah haid mengandung zat anti pembekuan darah sehingga tidak membeku, beda dengan darah pada umumnya yang keluar dari organ tubuh yang lain. Seperti misalnya darh yang diambil di lengan untuk cek darah di laboratorium. Oleh sebab itu, asumsi yang berpendapat bahwa dengan es bisa membekukan darah haid tidaklah benar.

"Tidak benar itu, tidak ada korelasinya sama sekali. Darimana hubungannya minum es bisa bikin darah haid beku," tegas dr Frizar.

"Ini juga mitos, tidak ada hubungannya keramas dengan haid mampet. Haid mampet itu bisa terjadi kalau pola makannya tidak sehat, misalnya menjelang tanggal haid dia banyak makan makanan berlemak, asin atau pedas. Nah, yang seperti itu saja yang sebaiknya dikurangi. Di samping beberapa faktor lain seperti adanya penyakit," ujar dr Frizar.

Dilansir livinghealthy360.com, peneliti dari Brown University menganjurkan wanita untuk menghindari makanan berlemak selama periode haid, terutama yang sarat dengan lemak jenuh dan lemak trans, seperti kentang goreng dan produk makanan cepat saji lainnya. Selain melancarkan haid, mengurangi makanan berlemak juga membantu mengurangi kram dan mengurangi retensi air.

Menurut dr M. Nurhadi Rahman, SpOG, spesialis kebidanan dan kandungan dari RSUP Sardjito dan RS JIH Yogyakarta, informasi yang menyebutkan bahwa menggaruk kulit saat haid bisa memicu munculnya strech mark sama sekali tidak benar.

"Garuk-garuk saat haid bikin kulit strech mark? Tidak kok, itu cuma mitos," ujar dokter yang dulu pernah menjabat sebagai Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Muda di tahun 2010-2011.

Salah satu mitos populer lain terkait haid di kalangan wanita adalah bahwa darah haid dari pertama bisa membantu mencegah munculnya jerawat pada kulit. Menanggapi informasi ini, dr Nurhadi kembali menyebutkan bahwa itu sama sekali tidak benar.

"Ini juga mitos, darah haid itu kan istilahnya kotor, yang sudah tak terpakai lagi berarti oleh tubuh. Ya berarti bikin kotor juga kalau dikenakan ke kulit kan?" tutur dokter yang aktif 'berkicau' di akun Twitternya, @adirahmanOG.

(ajg/vit)

Berita Terkait