Malas Ganti Pembalut Saat Haid? Ini Dampak Buruknya

Haid dan Permasalahannya

Malas Ganti Pembalut Saat Haid? Ini Dampak Buruknya

Radian Nyi Sukmasari, Ratna Wulandari - detikHealth
Rabu, 08 Jan 2014 16:32 WIB
Malas Ganti Pembalut Saat Haid? Ini Dampak Buruknya
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Seringkali ketika sedang menstruasi wanita terlalu sibuk untuk menyempatkan diri mengganti pembalut di waktu yang tepat. Seperti halnya wanita usia sekolah atau kuliah, yang enggan mengganti pembalutnya di toilet sekolah atau kampus yang rata-rata kurang bersih, tempatnya bau, kotor dan airnya kurang jernih. Pun dengan wanita kantoran karena sibuknya bekerja sampai terkadang lupa untuk mengganti pembalut.

Apapun alasannya, penting sekali untuk mengganti pembalut tepat waktu. Jika Anda sering merasa malas mengganti pembalut saat sedang datang bulan, buang jauh-jauh kebiasaan buruk itu jika tak ingin berdampak buruk pada kesehatan kulit. Karena pada pembalut yang telah terkena darah haid atau darah kotor, dapat memancing timbulnya bakteri yang berkembang biak dan berdampak buruk untuk organ intim.

"Kalau wanita malas ganti pembalut nanti bisa jadi sumber penyakit. Karena media yang paling disenangi oleh bakteri, virus, dan kuman itu kan darah. Jadi kalau didiamkan saja nanti bisa jadi sarang bertumbuhnya bakteri dan virus," ujar dr Frizar Irmansyah SpOG (K) dari Rumah Sakit Pusat Pertamina, saat dihubungi detikhealth dan ditulis pada Rabu (8/1/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

dr Frizar Irmansyah SpOG (K) menambahkan frekuensi penggantian pembalut tergantung pada jumlah darah yang keluar. Kalau yang keluar sedang banyak-banyaknya ya sebaiknya sering ganti pembalut. Minimal pembalut diganti 2 kali dalam sehari.

Sedangkan dr Irfan Mulyana Mustofa, SpOG, dari RSUD Leuwiliang Bogor menyarankan waktu dan seberapa sering penggantian pembalut sebenarnya dipengaruhi subjektivitas wanita pemakainya. Misalnya wanita yang gampang risih dengan darah haid, akan berakibat sering ganti pembalut dikarenakan baru tertampung darah haid sedikit saja yang bersangkutan sudah tidak betah dan akhirnya ganti pembalut lagi.

Lebih lanjut ia menambahkan apabila si wanita yang sedang haid malas mengganti pembalut, maka darah haid tersebut akan bocor atau meluber. Sedangkan reaksi kesehatan yang timbul yaitu reaksi radang/inflamasi pada kulit daerah kemaluan wanitanya. Reaksi radang ini biasanya ditandai dengan kulit menjadi gatal, merah, basah, perih, berbau tidak enak, dan berair.

Oleh karena itu mengganti pembalut harus di waktu yang tepat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk itu selama masa menstruasi disarankan bagi setiap wanita untuk membawa pembalut tambahan di tas.

(ajg/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads