Memilih pembalut saat menstruasi tentu bertujuan agar kesehatan organ reproduksi wanita tetap terjaga. Namun kenyataanya, meski wanita sudah mengalami menstruasi sejak usia remaja, namun masih banyak yang tak menghiraukan dengan masalah kesehatan pembalut yang digunakan.
"Pemilihan pembalut tentu didasarkan dengan volume darah haid yang keluar. Pada hari pertama sampai ketiga haid, volume darah yang keluar lebih banyak, sehingga frekuensi penggantian pembalut menjadi lebih banyak," jelas dr Irfan Mulyana Mustofa, SpOG, dari RSUD Leuwiliang Bogor, saat dihubungi detikhealth dan ditulis pada Rabu (8/1/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebaiknya wanita jangan memakai pembalut yang tipis atau daya serapnya kurang pada awal-awal haid karena akan bocor alias meluber. Sebaliknya, pada saat volume darah haid tinggal sedikit, tidak nyaman kalau memilih memakai pembalut yang tebal.
"Untuk pembalut sih yang pasti wanitanya nyaman. Terlalu tebal kan nanti pasti tidak nyaman, kalau terlalu tipis juga nanti takut tembus. Jadi secara individual saja, masing-masing wanita kan merasa nyamannya berbeda-beda," dr Frizar Irmansyah SpOG (K) dari Rumah Sakit Pusat Pertamina.
Selain itu pilihlah permukaan pembalut yang halus, sehingga tidak menyebabkan iritasi, terutama apabila kondisi sekitar organ vital Anda terlalu lembab. Untuk mengurangi kelembaban, Anda juga harus memilih pembalut yang mempunyai daya serap tinggi.
dr Frizal nemambahkan sangatlah penting bagi wanita untuk mencari dan menggunakan pembalut yang tidak memberi reaksi alergi. Reaksi alergi yang mungkin muncul antara lain kulit di sekitar vagina jadi merah-merah atau gatal-gatal. Nah, selamat memilih pembalut yang tepat!
(rdn/)











































