ADVERTISEMENT

Rabu, 08 Jan 2014 18:32 WIB

Haid dan Permasalahannya

Rutin Haid Setiap Bulan Tapi Ternyata Sedang Hamil? Ini Penjelasan Dokter

- detikHealth
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Desember 2013 lalu seorang ibu tiba-tiba melahirkan padahal ia mengaku rutin datang bulan. Mhairi Murdoch, wanita itu juga mengakui ia tidak mengalami gejala kehamilan dan tidak merasakan adanya perubahan pada tubuhnya. Ia tak mengalami mual-mual atau muntah dan bahkan tetap mendapat suntikan kontrasepsi.

Mungkinkah seorang wanita mengalami kehamilan padahal ia rutin mendapat datang bulan? Menurut dr Irfan Mulyana Mustofa, dokter kandungan di RSUD Leuwiliang Bogor, tidak mungkin seorang wanita yang rutin datang bulan mengalami kehamilan. Sebab menstruasi adalah pertanda bahwa seorang wanita tidak sedang hamil.

"Menstruasi adalah pertanda bahwa seorang wanita tidak hamil," ungkap dr Irfan ketika berbincang detikHealth dan ditulis pada Rabu (8/1/2014).

Lantas, apa yang terjadi pada Mhairi Murdoch? Mengapa seorang ibu tetap datang bulan meski sedang mengandung?

Menurut dr Irfan, darah yang keluar saat wanita hamil belum tentu merupakan darah haid. Darah yang keluar pada hamilan trimester I merupakan pertanda terjadinya Abortus Imminens atau ancaman keguguran. Banyak wanita yang mengalami pendarahan ketika usia kandungannya berada di trisemester pertama. Pendarahan tersebut biasanya berupa flek atau sebagian yang berupa darah cair. Ketika diperiksa ternyata tidak ada pembukaan mulut rahim dan hasil pemeriksaan USG menunjukkan bahwa kandungannya baik-baik saja.

Jika perdarahan masih terjadi hingga trisemester II sampai III, kemungkinan letak ari-ari terlalu rendah atau menutupi pintu mulut rahim. Darah itulah yang salah dikira sebagai darah haid. Pada kasus ini biasanya pasien mengalami perdarahan, juga disertai kontraksi pada rahim.

"Pada kehamilan dengan lokasi plasenta letak rendah, kadang disertai dengan pendarahan yang terus keluar," tanggap dr Irfan terhadap kasus yang dialami Mhairi Murdoch.

Mhairi Murdoch mungkin mengira bahwa darah yang keluar adalah darah haid. Padahal itu adalah darah yang keluar sebagai akibat karena letak plasenta bayinya terlalu rendah. Sedang mengapa ada ibu yang tidak merasakan pergerakan bayi, menurut Irfan adalah karena setiap ibu hamil memiliki kepekaan yang bersifat relatif. Ada ibu yang sangat peka dan ada juga ibu yang kurang peka.

(vit/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT