Pakar seksologi dr Ferryal Loetan, ASC&T, SpKFR, MKes mengatakan bahwa sensasi berbeda yang dimiliki oleh mulut menjadi alasan sebagian orang melakukan seks oral. Sebabnya, banyak saraf yang berada di area mulut.
"Mulut mempunyai banyak saraf, ada saraf perasa, ada saraf peraba. Karena banyak syarafnya, rasanya juga sangat halus. Kalau dengan bibir akan berbeda rasanya jika melakukannya dengan tangan," tutur dr Ferryal ketika dihubungi detikHealth dan ditulis pada Rabu (30/4/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Seks oral) sebenarnya variasi saja di dalam hubungan, termasuk foreplay permainan pendahuluan agar birahinya tinggi sebelum melakukan penetrasi. Jadi foreplay bisa pakai tangan, lidah, atau bibir," terang dokter yang juga pengajar di Universitas Tarumanegara tersebut.
Jika hanya variasi, lalu apa kelebihan seks oral daripada bentuk-bentuk foreplay lainnya? dr Ferryal mengatakan bahwa dengan banyaknya saraf di daerah mulut, tentunya orang akan lebih mudah terangsang. Yang harus diingat adalah faktor rangsangan tersebut tidak hanya berlaku bagi pasangan, namun juga bisa menjadi faktor perangsang bagi yang melakukannya.
"Orang melakukan oral seks bukan hanya untuk menyenangkan pasangannya saja, tetapi dia juga menikmati. Jadi bukan dia memberikan kenikmatan kepada pasangan tapi justru dia juga senang, merasakan enaknya dengan mencium, lalu terangsang, sehingga dia bisa mencapai kepuasan seksual," urai dokter yang juga konsultan di Klinik Seks Kamar Sutera tersebut.
Namun patut diingat, melakukan seks oral tentunya tidak bisa lepas dari ancaman infeksi penyakit menular. dr Ferryal mengatakan bahwa risiko penularan penyakit melalui seks oral lebih besar karena begitu masuk ke mulut, kuman dan bakteri akan langsung masuk ke tubuh.
"Kalau ada yang kotor, penyakit, atau kuman maka tidak boleh pakai mulut, kalau pakai mulut (kuman) akan cepat masuk ke dalam badan," terangnya.
(vta/vta)











































