"Kalau untuk menyebabkan kanker mulut, seks oral itu memang bisa terjadi namun tidak langsung. Jadi, kanker mulut bisa saja terjadi apabila ketika melakukan seks oral, ada sejenis virus HPV yang berpotensi ganas sehingga bisa menularkan ke orang lain," terang drg Harum Sasanti SpPM, spesialis penyakit mulut dari Departemen Gigi dan Mulut FKGUI dan RSCM, dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Rabu (30/4/2014).
drg Harum menambahkan jika hal itu terjadi dan ditambah faktor predisposisi, seperti merokok dan minum alkohol, maka akan sangatlah mungkin terjadi kanker mulut. "Anggaplah seperti penyakit jantung yang bisa didukung karena ditambah faktor keturunan berapa persen, lalu hipertensi berapa persen. Ya kurang lebih kanker mulut akibat seks oral bisa saja terjadi melalui hal-hal seperti itu. Jadi tidak langsung," jelasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dihubungi terpisah, Dr dr Laila Nuranna, SpOG (K) Onk, memaparkan kaitan HPV dengan seks oral mungkin saja ada, tapi jarang. Bisa saja seks oral berdampak pada HPV dan kanker, namun selama ini dr Laila belum pernah mendapatkan pasien seperti itu.
"Saya pun tidak tahu mana yang lebih berisiko, apakah itu pria atau wanita. Karena ya itu tadi saya belum pernah menemukannya. Tapi yang saya tahu ada memang, hanya saja sangat jarang," ujar dr Laila.
Ahli kanker dari RS Dharmais, dr Andhika Rachman, SpPD, FINASIM kepada detikHealth beberapa waktu lalu menyebut sampai saat ini memang belum diketahui penyebab pasti kanker kepala dan leher. Ada beberapa faktor risiko yang dalam hal ini diketahui bisa memicu, tapi bukan berarti menjadi penyebab langsung kanker.
dr Andhika menjelaskan memang benar bahwa HPV banyak berdiam di kelamin pria maupun wanita. Pada wanita, HPV jenis tertentu dapat menyebabkan kanker serviks, sementara jenis lainnya bisa memicu kutil kelamin. Sedangkan pada pria, HPV bisa menyebabkan kutil kelamin.
Penularan HPV bisa terjadi akibat hubungan seksual yang tak aman, yaitu tidak mengenakan kondom. Dalam kasus yang jarang, HPV juga bisa menular lewat mulut lewat aktivitas seks oral, lalu memicu kanker leher dan mulut. Walau demikian, dr Andhika menjelaskan bahwa kebiasaan merokoklah yang justru lebih banyak memicu kanker leher dan mulut serta paru-paru.
"Saya tidak mengatakan bahwa seks oral bisa menyebabkan kanker, tapi ada faktor predispoisisi yang meningkatkan risikonya terkena kanker," jelas dr Andhika.
(vit/vit)











































