Seperti yang diutarakan salah satu pembaca detikHealth, Toni, menurutnya seks oral dibutuhkan untuk pemanasan sebelum melakukan hubungan intim. Meski mengaku bukan 'penggemar berat' seks oral, tapi terkadang seks oral dibutuhkan untuk menormalisasi pikiran dan emosi.
"Sebelum melakukan seks oral, saya selalu memastikan kondisi alat kelamin saya dalam keadaan bersih agar pasangan juga nyaman. Selain untuk pemanasan, seks oral juga bisa menjadi pelumas alami," kata Toni kepada detikHealth, Rabu (29/4/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, bukan soal suka tidak suka tapi hanya ingin mencoba saja. Setelah mengaku mencoba seks oral satu kali, Nur tidak pernah melakukannya lagi. Sama halnya dengan Nur, Budi beralasan tidak ada masalah dengan seks oral karena itu dilakukan untuk variasi dan memuaskan pasangannya.
Nah, salah satu alasan enggannya pasangan melakukan seks oral adalah masih dianggap tabunya seks oral di Indonesia. Seperti penuturan Ani yang beralasan bahwa seks oral kurang bersih meskipun untuk pria hal itu bisa terasa menyenangkan.
Lain halnya dengan Bambang, pria ini enggan melakukan seks oral bukan karena tabu tetapi lebih pada sisi kesehatan. Sebab menurut Bambang ia tahu banyaknya bahaya seks oral bagi wanita, dari infeksi sampai kanker mulut akibat tidak bersihnya penis.
"Saya juga tidak suka seks oral karena tidak saling menikmati. Lawan jenis saya tidak suka dan saya paling anti untuk melakukan yang lawan jenis saya tidak suka," tuturnya.
(rdn/vit)











































