Berikut beberapa masalah kesehatan yang biasa dikeluhkan ibu usai melahirkan, seperti dipaparkan oleh Dr. dr. Budi Iman Santoso, SpOG(K) dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Rabu (7/5/2014):
|
Ilustrasi (Foto: Getty Images)
|
1. Bermasalah saat buang air kecil dan BAB
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Kandung kemih sangat perlu untuk dikosongkan dalam waktu 6 sampai 8 jam setelah melahirkan untuk menghindari terjadinya infeksi saluran kemih. Kalau untuk sulit buang air besar (BAB), sekitar 20 persen ibu yang baru melahirkan dapat menderita sembelit atau konstipasi. Namun bila ibu tidak dapat buang air besar dalam 2 hari setelah melahirkan masih tergolong normal sepanjang tidak ada gejala lain yang menyertai.
Bagi ibu yang tidak bisa buang air kecil, ada baiknya minum air dalam jumlah yang cukup. Bisa dicoba pula duduk berendam di air hangat atau dengan mendinginkan menggunakan bungkusan es. Sedangkan untuk memperlancar BAB, cara yang bisa dilakukan antara lain makan makanan yang berserat dan banyak minum air, serta usahakan segera ke toilet jika merasa ada dorongan untuk BAB.
1. Bermasalah saat buang air kecil dan BAB
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Kandung kemih sangat perlu untuk dikosongkan dalam waktu 6 sampai 8 jam setelah melahirkan untuk menghindari terjadinya infeksi saluran kemih. Kalau untuk sulit buang air besar (BAB), sekitar 20 persen ibu yang baru melahirkan dapat menderita sembelit atau konstipasi. Namun bila ibu tidak dapat buang air besar dalam 2 hari setelah melahirkan masih tergolong normal sepanjang tidak ada gejala lain yang menyertai.
Bagi ibu yang tidak bisa buang air kecil, ada baiknya minum air dalam jumlah yang cukup. Bisa dicoba pula duduk berendam di air hangat atau dengan mendinginkan menggunakan bungkusan es. Sedangkan untuk memperlancar BAB, cara yang bisa dilakukan antara lain makan makanan yang berserat dan banyak minum air, serta usahakan segera ke toilet jika merasa ada dorongan untuk BAB.
2. Wasir
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Pada waktu persalinan, terjadi tekanan keluar yang kuat pada anus, dan tekanan ini dapat memperparah wasir yang sudah ada atau membentuk wasir yang sebelumnya belum ada. Ada beberapa usaha yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa tidak enak dan mempercepat penyembuhan wasir, yaitu:
1. Pertahankan keteraturan buang air besar supaya tidak terjadi sembelit (susah buang air besar, biasanya karena tinja yang keras) yang akan memperparah keadaan wasir.
2. Minum air dalam jumlah yang cukup dan konsumsi makanan yang berserat, seperti sayur dan buah-buahan.
3. Ibu dapat memilih untuk melakukan kompres panas atau dingin sesuai dengan kenyamanan masing-masing.
4. Tidur atau berbaring dalam posisi miring, dan hindari posisi telentang.
5. Hindari berdiri atau duduk terlalu lama. Gunakan bantalan yang empuk ketika duduk.
"Wasir itu memang rentan terjadi usai melahirkan. Tapi biasanya ketika ibu terkena wasir, dokter akan cepat memberikan suntikan pengobatan wasir, jadi tidak perlu dioperasi lagi," ujar dr Ivan Rizal Sini, MD, FRANZCOG, GDRM, SpOG dari RS Bunda, Jakarta, saat dihubungi terpisah.
2. Wasir
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Pada waktu persalinan, terjadi tekanan keluar yang kuat pada anus, dan tekanan ini dapat memperparah wasir yang sudah ada atau membentuk wasir yang sebelumnya belum ada. Ada beberapa usaha yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa tidak enak dan mempercepat penyembuhan wasir, yaitu:
1. Pertahankan keteraturan buang air besar supaya tidak terjadi sembelit (susah buang air besar, biasanya karena tinja yang keras) yang akan memperparah keadaan wasir.
2. Minum air dalam jumlah yang cukup dan konsumsi makanan yang berserat, seperti sayur dan buah-buahan.
3. Ibu dapat memilih untuk melakukan kompres panas atau dingin sesuai dengan kenyamanan masing-masing.
4. Tidur atau berbaring dalam posisi miring, dan hindari posisi telentang.
5. Hindari berdiri atau duduk terlalu lama. Gunakan bantalan yang empuk ketika duduk.
"Wasir itu memang rentan terjadi usai melahirkan. Tapi biasanya ketika ibu terkena wasir, dokter akan cepat memberikan suntikan pengobatan wasir, jadi tidak perlu dioperasi lagi," ujar dr Ivan Rizal Sini, MD, FRANZCOG, GDRM, SpOG dari RS Bunda, Jakarta, saat dihubungi terpisah.
3. Sakit punggung
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Otot-otot yang masih lemah itu juga semakin terasa sakit karena ibu melakukan aktivitas yang membebani tubuh, seperti menggendong bayi. Untuk meredakan rasa sakit itu, hindari untuk mengangkat beban berat, susui bayi dengan posisi tubuh tegak, olahraga teratur, dan fisioterapi bila diperlukan.
3. Sakit punggung
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Otot-otot yang masih lemah itu juga semakin terasa sakit karena ibu melakukan aktivitas yang membebani tubuh, seperti menggendong bayi. Untuk meredakan rasa sakit itu, hindari untuk mengangkat beban berat, susui bayi dengan posisi tubuh tegak, olahraga teratur, dan fisioterapi bila diperlukan.
4. Osteoporosis
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Pada masa itu, kalsium dalam tubuh diserap dalam jumlah yang banyak untuk pembentukan kerangka tubuh bayi. Selain itu, kalsium juga banyak dikeluarkan tubuh melalui pembuangan urin yang frekuensinya sering pada wanita hamil. Setelah melahirkan, seorang wanita biasanya menyusui bayinya, pada masa ini, penyerapan kalsium dalam tubuh ibu menyusui juga terjadi dalam jumlah yang tidak sedikit. Osteoporosis pada kehamilan juga bisa terjadi karena faktor genetik.
Cara untuk mengatasi osteoporosis:
1. Diet: minum susu rendah lemak, yogurt tanpa lemak, dan keju rendah lemak, sayuran berdaun hijau yang merupakan sumber kalsium.
2. Olahraga yang teratur
3. Suplemen: kebanyakan orang tidak mendapatkan cukup konsumsi kalsium dalam diet mereka, sehingga suplemen merupakan hal yang dianjurkan.
4. Faktor gaya hidup: hindari merokok, minum alkohol, dan stres.
4. Osteoporosis
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Pada masa itu, kalsium dalam tubuh diserap dalam jumlah yang banyak untuk pembentukan kerangka tubuh bayi. Selain itu, kalsium juga banyak dikeluarkan tubuh melalui pembuangan urin yang frekuensinya sering pada wanita hamil. Setelah melahirkan, seorang wanita biasanya menyusui bayinya, pada masa ini, penyerapan kalsium dalam tubuh ibu menyusui juga terjadi dalam jumlah yang tidak sedikit. Osteoporosis pada kehamilan juga bisa terjadi karena faktor genetik.
Cara untuk mengatasi osteoporosis:
1. Diet: minum susu rendah lemak, yogurt tanpa lemak, dan keju rendah lemak, sayuran berdaun hijau yang merupakan sumber kalsium.
2. Olahraga yang teratur
3. Suplemen: kebanyakan orang tidak mendapatkan cukup konsumsi kalsium dalam diet mereka, sehingga suplemen merupakan hal yang dianjurkan.
4. Faktor gaya hidup: hindari merokok, minum alkohol, dan stres.
5. Mastitis
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Hal ini terjadi jika payudara terbendung segera setelah melahirkan. Sedangkan infeksi terjadi ketika organisme yang paling sering ditemukan pada mastitis dan abses payudara adalah organisme koagulase-positif Staphylococcus aureus dan Staphylococcus albus. Escherichia coli dan Streptococcus kadang-kadang juga ditemukan.
Cara untuk mengatasi mastitis:
1. Susui bayi segera dan sesering mungkin.
2. Jaga kebersihan sekitar puting dan payudara.
3. Jangan membersihkan puting dengan sabun.
4. Puting yang luka harus tetap dibersihkan sehabis diisap bayi.
5. Pilih bra khusus untuk ibu menyusui dengan bahan yang menyerap keringat. Jangan gunakan bra yang terlalu menekan payudara.
5. Mastitis
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Hal ini terjadi jika payudara terbendung segera setelah melahirkan. Sedangkan infeksi terjadi ketika organisme yang paling sering ditemukan pada mastitis dan abses payudara adalah organisme koagulase-positif Staphylococcus aureus dan Staphylococcus albus. Escherichia coli dan Streptococcus kadang-kadang juga ditemukan.
Cara untuk mengatasi mastitis:
1. Susui bayi segera dan sesering mungkin.
2. Jaga kebersihan sekitar puting dan payudara.
3. Jangan membersihkan puting dengan sabun.
4. Puting yang luka harus tetap dibersihkan sehabis diisap bayi.
5. Pilih bra khusus untuk ibu menyusui dengan bahan yang menyerap keringat. Jangan gunakan bra yang terlalu menekan payudara.
6. Hernia
|
Ilustrasi (Foto: Getty Images)
|
Selain itu juga karena adanya tekanan yang besar sehingga usus turun ke bawah ketika mengedan saat proses persalinan. Penanganannya dapat dipasang cincin (ring) penyangga mulut rahim, atau dilakukan operasi untuk mengembalikan usus ke tempat semula dan menutup lubang yang tidak normal.
"Biasanya dicoba dulu dengan pemasangan ring penyangga mulut rahim yang turun agar tidak keluar melalui vagina. Satu-satunya cara untuk menyembuhkan penyakit hernia adalah dengan jalan operasi," terang dr Budi.
Saat dihubungi terpisah, dr Ivan membenarkan hernia memang kadang terjadi pada ibu usai melahirkan. "Hernia yang terjadi itu biasanya di pusar ya. Kenapa? Karena di pusar itulah sisi di mana otot terbuka secara lebar saat masa kehamilan. Tapi jangan khawatir, biasanya juga akan tertutup kembali kok," ucapnya.
6. Hernia
|
Ilustrasi (Foto: Getty Images)
|
Selain itu juga karena adanya tekanan yang besar sehingga usus turun ke bawah ketika mengedan saat proses persalinan. Penanganannya dapat dipasang cincin (ring) penyangga mulut rahim, atau dilakukan operasi untuk mengembalikan usus ke tempat semula dan menutup lubang yang tidak normal.
"Biasanya dicoba dulu dengan pemasangan ring penyangga mulut rahim yang turun agar tidak keluar melalui vagina. Satu-satunya cara untuk menyembuhkan penyakit hernia adalah dengan jalan operasi," terang dr Budi.
Saat dihubungi terpisah, dr Ivan membenarkan hernia memang kadang terjadi pada ibu usai melahirkan. "Hernia yang terjadi itu biasanya di pusar ya. Kenapa? Karena di pusar itulah sisi di mana otot terbuka secara lebar saat masa kehamilan. Tapi jangan khawatir, biasanya juga akan tertutup kembali kok," ucapnya.
7. Depresi
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
1. Rendahnya atau ketidakpastian dukungan suami dan keluarga.
2. Keadaan atau kualitas bayi.
3. Tidak siapnya seorang ibu dalam menyambut kehadiran bayinya (kehamilan yang tidak diharapkan).
4. Adanya stressor (pemicu stres) bagi seorang ibu, baik yang berkaitan dengan kehidupan sosial maupun kejiwaannya.
5. Terdapatnya riwayat depresi sebelumnya atau masalah emosional lainnya pada seorang ibu.
6. Perubahan produksi hormon (progesteron, estrogen, prolaktin, dan kortisol) pada masa nifas.
Sedangkan cara untuk mengatasi depresi adalah dengan cara:
1. Tidur atau istirahat yang cukup.
2. Jangan memaksakan diri untuk menjadi sempurna atau melakukan hal yang melebihi kemampuan.
3. Bicarakan dengan pasangan Anda dan orang-orang tercinta tentang apa yang Anda hadapi.
4. Bicarakan dengan dokter jika Anda memerlukan pengobatan atau terapi psikologis.
7. Depresi
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
1. Rendahnya atau ketidakpastian dukungan suami dan keluarga.
2. Keadaan atau kualitas bayi.
3. Tidak siapnya seorang ibu dalam menyambut kehadiran bayinya (kehamilan yang tidak diharapkan).
4. Adanya stressor (pemicu stres) bagi seorang ibu, baik yang berkaitan dengan kehidupan sosial maupun kejiwaannya.
5. Terdapatnya riwayat depresi sebelumnya atau masalah emosional lainnya pada seorang ibu.
6. Perubahan produksi hormon (progesteron, estrogen, prolaktin, dan kortisol) pada masa nifas.
Sedangkan cara untuk mengatasi depresi adalah dengan cara:
1. Tidur atau istirahat yang cukup.
2. Jangan memaksakan diri untuk menjadi sempurna atau melakukan hal yang melebihi kemampuan.
3. Bicarakan dengan pasangan Anda dan orang-orang tercinta tentang apa yang Anda hadapi.
4. Bicarakan dengan dokter jika Anda memerlukan pengobatan atau terapi psikologis.
Halaman 2 dari 16










































