Jika ibu mengalami hal itu maka jangan tunda untuk berkonsultasi ke dokter. Selain nifas disertai nanah, patut diwaspadai pula infeksi nifas. Menurut dr Ivan Rizal Sini, MD, FRANZCOG, GDRM, SpOG dari RS Bunda Jakarta, infeksi nifas ada beberapa macam, yakni endometritis dan mastitis.
"Endometritis itu infeksi yang terjadi dari kemaluan ke rahim. Hal ini biasanya disebabkan akibat plasenta yang tidak bersih saat melahirkan. Endometritis ini biasanya pendarahannya itu sangat lama, bisa 2-3 bulan. Kalau mastitis itu infeksi nifas pada payudara. Ini yang paling cukup sering terjadi," terang dr Ivan kepada detikHealth dan ditulis Rabu (7/5/2014).
Dijelaskan dr Ivan, mastitis banyak berkaitan dengan kelenjar air susu yang tersumbat. Penyebab infeksi nifas ini adalah bakteri. Untuk mengatasinya, biasanya dokter akan memberikan extra massage untuk mengurangi bengkaknya, misalnya bengkak pada payudara. Kalau tidak bisa juga, biasanya akan diberi antibiotik.
"Kalau tidak bisa juga, dokter akan melakukan penyayatan untuk mengeluarkan nanahnya," lanjutnya.
dr Ivan mewanti-wanti jika ada ibu yang kesulitan menyusui, segeralah konsultasi dengan dokter. Cara memerah ASI, sambung dr Ivan, juga penting untuk diperhatikan. Terkadang cara memerah ASI yang salah juga bisa menyebabkan infeksi mastitis ini.
"Wanita yang proses kelahirannya susah, itu rentan sekali terkena infeksi endometritis. Sedangkan wanita yang bermasalah dengan pemberian ASI-nya, itu rentan terkena mastitis. Jadi siapa saja sebenarnya rentan," ucapnya.
Dihubungi terpisah, Dr. dr. Budi Iman Santoso, SpOG (K) memaparkan semua ibu yang melahirkan rentan sekali terkena infeksi nifas. Infeksi ini terbagi atas:
1. Endometritis
Peradangan yang terjadi pada endometrium, yaitu lapisan sebelah dalam pada dinding rahim.
2. Peritonitis
Peradangan peritoneum, selaput tipis yang melapisi dinding abdomen dan meliputi organ-organ dalam.
3. Bendungan asi
Pembendungan air susu karena penyempitan duktus laktiferi atau oleh kelenjar yang tidak dikosongkan dengan sempurna atau karena kelainan pada puting susu.
4. Infeksi payudara (mastitis)
Mastitis adalah infeksi payudara menyebabkan rasa sakit dan demam. Penyebab utama mastitis adalah statis ASI dan infeksi. Statis ASI biasanya merupakan penyebab primer yang dapat disertai atau menyebabkan infeksi. Statis ASI terjadi jika ASI tidak dikeluarkan dengan efisien dari payudara.
Hal ini terjadi jika payudara terbendung segera setelah melahirkan. Sedangkan infeksi terjadi ketika organisme yang paling sering ditemukan pada mastitis dan abses payudara adalah organisme koagulase-positif Staphylococcus aureus dan Staphylococcus albus. Escherichia coli dan Streptococcus kadang-kadang juga ditemukan.
5. Thrombophlebitis
Pembengkakan pada satu atau lebih pembuluh vena sebagai akibat dari pembekuan atau penggumpalan darah.
6. Luka perineum
Luka daerah vagina dan anus yang akan menjadi nyeri, merah, dan bengkak akhirnya luka terbuka dan mengeluarkan getah bernanah.
Selain itu perlu diwaspadai juga ancaman anemia. "Banyak ibu yang mengalami anemia selama masa nifas. Biasanya penyebab utamanya adalah infeksi. Apalagi bagi mereka yang ketika persalinan mengalami perdarahan, proses yang sangat lama, atau bisa jadi si ibu sudah menderita anemia sejak masa kehamilan," tutur dr Budi.
Hal lain yang perlu juga diwaspadai adalah perdarahan. Risiko ini bisa saja terjadi segera setelah proses persalinan selesai, khususnya pada dua jam pertama setelah persalinan. Selain itu juga preeklampsia atau eklampsia. "Risiko ini juga menjadi penyebab nomor satu kematian ibu melahirkan di Indonesia. Gejalanya bisa muncul sejak hari pertama masa nifas hingga hari ke-28," lanjut dr Budi.











































