Stretch Mark Datang Pasca Hamil dan Melahirkan, Bagaimana Mengusirnya?

Tetap Sehat Usai Melahirkan

Stretch Mark Datang Pasca Hamil dan Melahirkan, Bagaimana Mengusirnya?

- detikHealth
Rabu, 07 Mei 2014 14:29 WIB
Stretch Mark Datang Pasca Hamil dan Melahirkan, Bagaimana Mengusirnya?
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Stretch mark merupakan salah satu efek yang muncul pada kulit pasca hamil dan mengkhawatirkan bagi sebagian besar wanita. Biasa muncul di bagian tubuh seperti lengan dan perut, adakah cara untuk mengatasinya?

Menurut dr Eddy Karta, SpKK, dokter spesialis kulit dan kelamin di EDMO Clinic Jakarta, stretch mark terjadi di daerah kulit yang banyak mengandung lemak di lapisan bawahnya. Pada ibu hamil umumnya di perut dengan pusat utama di dekat pusar.

Tak hanya di bagian tubuh seperti lengan dan perut, dr Eddy menyebutkan jika pertambahan berat badan yang dialami oleh wanita sangat banyak, misalnya lebih dari 15 kg, maka stretch mark yang pada kehamilan disebut pula striae gravidarum bisa terjadi pula di payudara, pinggul, pinggang belakang, paha, dan bokong.

Stretch mark terjadi akibat perubahan hormonal dan regangan yang berlebihan dalam waktu singkat sehingga terjadi robekan di dermis, yaitu lapisan kulit bagian dalam dengan lapisan kulit luar yang masih utuh.

"Ada beberapa faktor risiko terjadinya stretch mark pada kehamilan misalnya berat badan bertambah lebih dari 15 kg, janin kembar atau berat janin besar, atau usia ibu yang masih sangat muda," ungkap dr Eddy kepada detikHealth dan ditulis pada Rabu (7/5/2014). Lantas seperti apa cara yang bisa dilakukan untuk mengusir stretch mark?

Disampaikan dr Eddy, saat ini ada beberapa metode yang walaupun tidak dapat menghilangkan secara tuntas namun dapat memperbaiki kondisi ini. Mulai dari penggunaan krim yang merangsang tumbuhnya jaringan ikat di bawah kulit, sampai dengan melakukan beberapa tindakan misalnya dermabrasi dan laser.

"Untuk menghilangkan, umumnya bergantung pada usia stretch mark. Semakin awal diobati hasilnya lebih baik. Dapat dimulai dengan penggunaan krim perawatan, dermabrasi dan laser. Konsumsi makanan kaya vitamin A, E dan C, seperti wortel, susu atau telur, juga baik untuk kulit. Asupan ini membantu meningkatkan kemampuan kulit untuk meregang tanpa terobek," papar dr Eddy.

Beberapa tindakan yang bisa membantu mencegah lainnya adalah dengan melembabkan kulit, misalnya dengan penggunaan minyak beberapa kali sehari dioleskan pada perut. Pengolesan ini terutama pada trimester ketiga, di mana pertambahan berat badan sangat pesat.

Diharapkan dengan kulit yang lentur stretch mark yang terbentuk dapat terminimalisasi. Selain itu faktor risiko juga harus dicegah misalnya dengan menjaga berat badan tidak terlalu naik.

(ajg/vit)

Berita Terkait