Rabu, 11 Jun 2014 15:00 WIB

Serba-serbi USG

USG Transvaginal dan Perut, Mana yang Lebih Baik?

- detikHealth
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - USG (Ultrasonografi) Transvaginal dilakukan dengan cara memasukkan alat USG sampai pintu rahim atau fonix wanita melalui vagina. Sementara USG perut adalah USG umum yang sering dilakukan, dengan memindai rahim melalui alat yang ditempelkan ke dinding perut. Dari kedua metode ini, mana yang lebih baik?

dr Sita Ayu Arumi dari RS Bunda Jakarta mengatakan bahwa kedua USG ini mempunyai kelebihan dan kekurangan masing. Hal ini dikarenakan fungsinya yang memang berbeda.

dr Sita menjelaskan bahwa USG Transvaginal biasanya digunakan untuk memeriksa uterus tidak hamil atau uterus hamil trimester I, di mana ukuran uterus masih kecil dan tidak keluar dari rongga pelvis. Sehingga akan sulit diperiksa jika menggunakan USG abdomen atau perut.

"Sedangkan USG abdominal biasanya digunakan untuk memeriksa uterus dengan massa tumor yang besarnya melewati rongga pelvis atau memeriksa kehamilan trimester 2 dan 3," tutur dr Sita ketika dihubungi detikHealth dan ditulis Rabu (11/6/2014).

Lebih lanjut lanjut, dr Hari Nugroho dari RSUD Dr Soepomo Surabaya mengatakan bahwa memang dokter kandungan memiliki penilainnya sendiri sebelum memutuskan USG mana yang baik untuk pasien. Tentunya setelah pasien menjalani pemeriksaan awal.

"Kedua alat ini mempunyai plus minusnya sendiri, sehingga seringkali dokter kandungan mempunyai probe USG trans abdomen dan transvaginal," ulas dr Hari ketika dihubungi terpisah.

Berikut beberapa plus minus dari USG transvaginal dan USG Transabdominal:

Transabdominal:
+ skala lebih besar, area cakupan bisa hingga lebar lebih dari 15 cm (tergantung tipe alat)
+ Pasien tidak perlu menghilangkan kenyamanan karena harus diperiksa lewat vagina
+ Dapat digunakan pada pasien belum pernah berhubungan badan
- Detail kurang
- Butuh mengisi kantong kencing untuk melakukan evaluasi kehamilan muda

Transvaginal:
+ Detail lebih baik dibanding transabdominal
- Skala pemeriksaan lebih sempit dibanding transabdominal
- Pasien kurang nyaman
- Hanya boleh dilakukan pada pasien yang sudah pernah berhubungan




(up/up)