Rabu, 11 Jun 2014 17:01 WIB

Serba-serbi USG

USG Bisa Mengukur Tingkat Obesitas, Benarkah?

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Tak banyak yang tahu bila ultrasonography alias USG bukan semata alat untuk mengetahui jenis kelamin si jabang bayi yang masih ada dalam kandungan. Teknologi ini juga bisa mendeteksi ada tidaknya kelainan atau penyakit dalam tubuh seseorang lho. Namun apakah obesitas juga termasuk?

"Tidak bisa. USG paling hanya sebatas mengetahui ketebalan lemak di bawah kulit. Selain itu bisa juga sih menilai derajat perlemakan hati atau fatty liver-nya," tandas dr Debora Dwi Miranti SpRad dari Eka Hospital BSD saat berbincang dengan detikHealth dan ditulis Rabu (11/6/2014).

Sepakat dengan dr Debora, dr Rahmi Alfiah Nur Alam SpRad dari RS Pondok Indah Jakarta juga mengatakan USG tak bisa digunakan untuk mengukur tingkat obesitas seseorang.

Namun tiap pasien yang akan menjalani USG untuk mengetahui ketebalan lemak di bawah kulit maupun fatty liver memiliki persiapan yang berbeda.

"Pasien disarankan berpuasa minimal selama enam jam sebelum menjalani prosedur USG abdomen atau perut untuk melihat kondisi penumpukan lemak di hatinya. Sedangkan ketika akan melihat tumor dari jaringan lemak kulit, pasien biasanya tidak ada persiapan khusus," terang dr Rahmi.

Lantas apa metode yang akurat dan terbaik itu apa? dr Debora yang lebih akrab disapa dr Debby menjelaskan bilamana metode paling akurat untuk mengukur kadar lemak di seluruh tubuh adalah dengan menggunakan indikator BMI (indeks massa tubuh) dan pemeriksaan profil lemak dengan pengambilan sampel darah yang kemudian dicek di laboratorium.

BMI atau indeks massa hitung sendiri dihitung berdasarkan nilai tinggi dan berat badan yang dimiliki. Seperti dikutip dari BBC, cara menghitungnya dengan mengkuadratkan nilai tinggi badan (dalam satuan meter). Lalu nilai berat badan (dalam satuan kilogram) dibagi hasil kudrat dari tinggi badan tersebut.

Misalnya seseorang perempuan berusia 30 tahun memiliki berat badan 60 kg dan tinggi badan 160 cm (1,6 meter). Cara menghitungnya pertama kali mengkuadratkan tinggi badan 1,6 X 1,6 hasilnya 2,56. Lalu nilai berat badan dibagi hasil perkalian dari tinggi badan yaitu 60 : 2,56 hasilnya 23,43. Berarti nilai BMI dari perempuan tersebut sebesar 23,43 dan masuk ke dalam kelompok ideal/normal.




(lil/up)