Rabu, 11 Jun 2014 17:27 WIB

Serba-serbi USG

Saling Menunjang, USG dan Cek Laboratorium Sama Pentingnya

- detikHealth
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Sebagai salah satu pemeriksaan penunjang, ultrasonografi atau USG dan cek laboratorium dianggap penting untuk membantu menegakkan diagnosis. Nah, kapan sebenarnya seorang pasien diharuskan untuk melakukan kedua pemeriksaan tersebut?

"USG prinsipnya imaging, foto atau gambar. Jadi hubungannya dengan laboratorium darah saling menunjang. Misalnya kasus usus buntu atau infeksi saluran kemih (ISK)," ungkap dr Debora Dwi Miranti, SpRad, dari Eka Hospital BSD, saat dihubungi detikHealth dan ditulis pada Rabu (11/6/2014).

Dokter yang akrab disapa dr Debby ini mengungkapkan dari hasil cek darah bisa diketahui adanya peningkatan kadar leukosit atau sel darah putih, yang merupakan penanda munculnya infeksi.

"Sedangkan USG membantu menegakkan gambaran usus buntu yang bengkak serta ukuran, lokasi, atau sudah adakah perluasan radang ke organ lain," papar dr Debby.

Jika dalam kasus usus buntu USG digunakan untuk melihat ukuran, lokasi atau perluasan radang ke organ lain, maka dalam kasus infeksi saluran kemih USG digunakan untuk menilai bentuk, ukuran ginjal, ukuran kandung kemih atau adakah batu sebagai penyerta infeksinya.

"Jadi garis besarnya pemeriksaan darah menunjukkan ada atau tidaknya infeksi, sedangkan USG menyelidiki dari organ mana sumber infeksinya," tutur dr Debby.

Sependapat dengan dr Debby, dr Rahmi Alfiah Nur Alam, SpRad, dari RS Pondok Indah, juga menuturkan hal serupa. Menurutnya baik pemeriksaan laboratorium maupun USG bekerja saling melengkapi.

"Hasil laboratorium ada yang menunjang untuk USG, misalnya leukosit tinggi pada kasus appendicitis (radang usus -red-), atau hasil laboratorium urine leukosit atau ada darah di urine. Nah, USG untuk melihat penebalan dinding kandung kemih, ada batu atau kelainan lainnya hingga ke ginjal. Kegunaan USG dan cek darah ini bisa dikatakan saling menunjang," tuturnya.



(ajg/up)