Seperti diutarakan dr Hari Nugroho SpOG, sebelum memutuskan untuk berpuasa, pastikan janin dan ibu hamil dalam kondisi sehat yaitu dengan menemui bidan atau dokter untuk memastikan kondisi ibu dan bayi. Bila usia kandungan di bawah usia 20 minggu, dr Hari menyarankan sebaiknya ibu tidak berpuasa.
"Karena kehamilan usia di bawah 20 minggu sering mual dan muntah. Setelah itu pastikan melakukan sahur, segerakan bila berbuka, saat malam hari sebaiknya makan dengan porsi kecil tetapi frekuensi sering supaya kebutuhan harian janin dapat dikompensasi," kata dr Hari dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Selasa (8/7/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebutuhan karbohidrat ibu hamil meningkat dari 130g/hari saat tidak hamil menjadi 175g/hari saat hamil. Kebutuhan protein juga meningkat dari 0,8g/hari saat tidak hamil menjadi 1,1g/hari saat hamil. Total kalori juga meningkat sekitar 350-450 kkal/hari dibanding tidak hamil," jelas dokter dari RSUD Dr Soetomo, Surabaya ini.
Dihubungi terpisah, ahli gizi Yona Shelly S.Gz mengatakan, saat Berbuka Puasa, yang bisa dikonsumsi sebelum shalat maghrib (ta'jil) misalnya satu gelas teh manis, satu buah kroket atau camilan berkarbohidrat, kurma, dan satu gelas jus semangka atau jus pepaya.
Nah, dua-tiga jam kemudian baru makan malam yang terdiri atas 1 porsi nasi putih, 1 porsi lauk contohnya daging sapi bumbu bali atau masakan daging, ayam, telur, ikan dan lauk yang berprotein lainnya, 2 tahu goreng atau tempe goreng tepung, 1 porsi sayur, dan satu porsi buah.
"Jika diperlukan, menjelang tidur ibu bisa minum 1 gelas susu khusus ibu hamil. Saat sahur menu yang bisa dipilih misalnya saja 1 piring nasi ditambah 1 potong ayam, coba ayam semur lalu 1 potong tahu atau tempe, nggak lupa 1 mangkuk sayur dan 1 piring buah," terang Yona.
(rdn/up)











































