"Ibu hamil yang didapatkan kelainan sebaiknya tidak berpuasa. Kelainan itu bisa dari ibunya sejak sebelum hamil, misalnya punya diabetes melitus sebelum hamil, atau punya sakit kronis lain, atau bahkan kehamilan ini didiagnosa terjadi kelainan," tutur dr Hari Nugroho SpOG dari RSUD Dr Soetomo Surabaya.
Rekomendasi dokter agar ibu hamil tidak berpuasa paling sering ditujukan pada ibu hamil yang usia kandungannya kurang dari 20 minggu. Sebab, di usia kandungan tersebut ibu rentan mual dan muntah akibat kehamilan. Jika mual dan muntah terjadi, kondisi ibu pun bisa terganggu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika ibu memiliki diabetes melitus, dikatakan dr Hari regulasi gula darah bisa terganggu. Akibatnya pasokan gula untuk ibu dan janin juga menurun drastis. Senada dengan dr Hari, ahli gizi Yona Shelly S.Gz menuturkan ibu hamil yang memiliki diabetes, hipertensi, dan penyakit ginjal kronik sebaiknya tidak berpuasa.
"Juga bagi ibu hamil yang mengalami dehidrasi dan mereka yang mengalami pendarahan dan berisiko melahirkan prematur akan lebih baik tidak puasa," kata Yona.
"Jika ibu hamil dalam kondisi tersebut tetap berpuasa, kasihan dengan pertumbuhan janin yang dikandung serta kesehatan ibu dan janin terganggu," tutupnya.
(rdn/up)










































