"Jeda waktu makan sahur dan imsak (untuk ibu menyusui) sebaiknya 15-30 menit," saran ahli gizi Yona Shelly S.Gz. ketika dihubungi detikHealth dan ditulis Selasa (8/7/2014).
Namun untuk menunya, ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), Mia Sutanto mengatakan tak ada ketentuan khusus. Ibu menyusui yang ingin tetap melakukan puasa hanya diminta tetap memperhatikan asupan gizi seimbang saat sahur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini pun diamini dr Utami Roesli, SpA, IBCLC, FABM. Menurut dokter anak yang berpraktik di RS St Carolus Jakarta tersebut, menu sahur sebaiknya tak perlu dibedakan. Sama saja dengan menu makan pagi biasa.
"(Tapi) menunya juga harus memiliki asupan gizi yang cukup, misalnya nasi goreng dengan telur atau nasi putih dengan lauk dan sayur," katanya.
Yang terpenting menurut Yona, agar menu santap sahur ibu menyusui memenuhi gizi seimbang maka harus dipastikan ada kombinasi antara satu piring nasi, satu potong lauk seperti ikan bumbu kuning, satu potong tahu bacem atau tempe orek, satu mangkuk sayur (sayur bening bayam dan wortel), satu piring buah, dan satu gelas susu khusus ibu menyusui, jika memang si ibu membutuhkan.
(rdn/up)










































